Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menilai tidak masalah dengan rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan mengubah buku pelajaran sekolah.
“Ide Pak Presiden kemarin melalui Mensesneg terkait dengan buku mata pelajaran yang akan dirubah, kami di Komisi X prinsipnya setuju enggak ada masalah,” kata Lalu di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
Namun, dia mengatakan, perombakan buku mata pelajaran itu tidak hanya dari segi fisiknya saja, melainkan harus memperbaiki isi materinya.
“Materi, isi, kontennya juga tentu harus dirubah,” ungkap Lalu.
Dia meminta pemerintah melibatkan pakar pendidikan dalam merevisi buku tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus melakukan uji publik.
“Libatkan seluruh pakar-pakar pendidikan. Jadi tidak hanya satu, dua, tiga hari. Libatkan seluruh pakar-pakar pendidikan. Kemudian dilakukan uji publik,” beber Lalu.
Lalu menuturkan uji publik harus dilakukan agar masyarakat tidak berspekulasi bahwa perombakan buku mata pelajaran hanya untuk kepentingan tertentu.
Dia juga meminta agar pemerintah menggratiskan buku mata pelajaran yang baru nanti, sehingga menghindari menjadi ladang bisnis.
“Ini harus gratis diberikan kepada siswa-siswi kita tidak hanya di kota saja, tetapi di seluruh pelosok negeri,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan bahwa perintah Prabowo mengubah buku pelajaran sekolah dimaksudkan agar tampilan bukunya lebih menarik.
Selain itu, Prabowo menilai tulisan pada buku mata pelajaran sekarang terlalu kecil sehingga ukurannya perlu diubah.
“Tampilannya ingin dibuat lebih besar, menarik, dan tulisannya tidak kecil-kecil. Bahannya juga memakai yang bagus supaya bisa bertahan lama,” ungkap Prasetyo.
“Dulu kan ada tradisi buku cetak tidak dimiliki pribadi secara permanen, tetapi bisa diwariskan atau digunakan kembali oleh adik kelasnya," tambahnya. (saa/dpi)




