Prabowo mengklaim laba yang dihasilkan PT Pupuk Indonesia tetap naik signifikan, meskipun harga pupuk diturunkan 20 persen.
IDXChannel—Presiden Prabowo Subianto mengatakan keuntungan PT Pupuk Indonesia meningkat sebesar 252,8 persen, sekalipun harga pupuk diturunkan. Penurunan harga pupuk itu dibarengi dengan peningkatan volume ketersediaan pupuk.
Realisasi ini disampaikan oleh Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang DPR dan DPD 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, dia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk.
“Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan. Harga pupuk kita turunkan 20 persen. Ini terjadi pertama kali dalam sejarah NKRI. Harga pupuk turun, secara bersamaan volume ketersediaan pupuk bertambah,” jelasnya.
Dengan demikian, masyarakat kian mudah mendapatkan pupuk. Peningkatan ketersediaan pupuk ini, kata Prabowo, berimbas pada peningkatan produksi. Sehingga, Indonesia berhasil mencapai swasembada lebih cepat.
“Secara bersamaan juga, keuntungan PT Pupuk Indonesia, BUMN, naik 252,8 persen. Ini berkat kerja tim yang membantu saya. Menteri Pertanian dan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh kementerian dan pemda,” tambahnya.
Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menyampaikan bahwa berkat penurunan harga pupuk, kini para petani dapat lebih produktif. Dia membawa salah satu petani yang berhasil panen tiga kali dalam setahun.
“Pak Joko Purnomo ini Ketua Kelompok Tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi. Sudah 20 tahun bertahun bertani, dengan teknologi dan pupuk yang disediakan pemerintah, dia sekarang mampu panen tiga kali dalam setahun,” paparnya.
Produktivitas hasil panen Joko mencapai 9 ton padi per hektare. Menurut Prabowo, Penurunan harga pupuk ikut memangkas biaya produksi.
Prabowo juga mengklaim bahwa Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan jenis komoditas strategis. Yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Dia mengakui saat ini Indonesia belum dapat mencapai swasembada daging sapi. Namun, dia saat ini pemerintah tengah mengupayakan ketersediaan daging sapi hingga swasembada. Targetnya, status swasembada dapat dicapai dalam 5-6 tahun ke depan.
Dengan swasembada sejumlah komoditas strategis ini, dia menilai Indonesia dalam keadaan aman dan mampu menghadapi tantangan. Termasuk El-Nino yang disebut-sebut akan menjadi yang terparah tahun ini.
(Nadya Kurnia)





