JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto mengeklaim, Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dapat membantu mencegah hasil panen petani terbuang.
"Tidak ada lagi nanti panen yang rusak karena tidak ada yang mau beli, karena tidak ada truk yang bisa mengambil panen tersebut," jelas Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Bersama MPR-DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Sebab, Kopdes Merah Putih yang digagasnya berperan sebagai offtaker atau pembeli hasil pertanian dan perikanan dari masyarakat setempat.
Bahkan koperasi juga memiliki sarana angkutan sendiri untuk mengambil hasil panen petani.
Baca juga: Prabowo Sentil Soat Tambang Ilegal, Masa Pejabat TNI-Polri Nggak Tahu!
"Ini juga saya kira pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia bahwa koperasi diorganisir, dibantu, dan dilengkapi dengan angkutannya sendiri," ujar Prabowo
Prabowo mengatakan, keberadaan angkutan tersebut dapat membantu petani yang kesulitan menjual hasil panennya.
Dia menilai hasil panen dapat rusak jika tidak ada pembeli atau kendaraan yang mengangkut komoditas tersebut.
Prabowo kemudian mencontohkan sejumlah komoditas yang berpotensi rusak ketika tidak segera terserap pasar.
Baca juga: Prabowo Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen Akhir 2026
"Mangga yang rusak, rambutan yang rusak, tomat yang rusak, wortel yang rusak," kata dia.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengatakan pemerintah telah mengoperasikan 10.000 Kopdes Merah Putih hingga Jumat.
Namun, baru 3.300 koperasi yang telah beroperasi secara optimal.
Menurut Prabowo, koperasi yang beroperasi optimal sudah memiliki berbagai sarana pendukung.
Baca juga: Prabowo: Banyak BUMN Tak Produktif, Untungnya Ngarang Saja Itu
Sarana tersebut meliputi listrik, air, sistem digital, stok barang, hingga angkutan.
"Stok bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat. Koperasi sudah bisa menjadi offtaker. Koperasi jadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat," jelas Prabowo.