jpnn.com, JAKARTA - Direktur Sistem dan Metode Pusat Teritorial Angkatan Darat (Dirsismet Pusterad) Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva, S.IP., M.Han tampil sebagai motivator utama dalam kegiatan Forum Kebangsaan bertema "Kesadaran Bela Negara Merupakan Fondasi Dasar Menuju Indonesia Emas" yang berlangsung di Aula Muhammad Toda Kodiklatad, Bandung, Kamis (13/8/2026).
Brigjen Antoninho hadir dengan penuh antusiasme dan semangat persatuan.
BACA JUGA: Gema Bela Negara dan Garuda Bagi Sarapan Gratis untuk Warga Jakarta
Forum Kebangsaan ini merupakan bagian dari Program KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Si, yang saat ini menjadi program unggulan Pusterad dalam memperkuat karakter kebangsaan di seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan para narasumber lintas profesi yang memiliki pengaruh besar dalam pembentukan karakter bangsa, yaitu Danpusterad Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, Dankodiklatad, Pangkogabwilhan I, AA Gym / Abdullah Gymnastiar, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Dr. Drs.Herman Suryatman M.Si, dan Guru Besar Unjani Prof. Dr. Heni Nurani Hartikayanti, SE., MSi., Ak., CA.
BACA JUGA: Setelah Mengebom Arab Saudi Cs, Iran Mengaku Terdepan Bela Negara Islam
Kehadiran para tokoh tersebut memperkuat nilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, akademisi, dan tokoh masyarakat dalam membangun kesadaran bela negara yang lebih luas dan aplikatif.
Dalam sesi motivasi, Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva menegaskan bela negara bukan hanya tugas aparat pertahanan, tetapi merupakan energi moral seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan, ketahanan, dan masa depan bangsa.
BACA JUGA: Komitmen Jaga Integritas, PT Surveyor Indonesia Gelar Pelatihan Bela Negara
Dia menekankan kesadaran bela negara harus diwujudkan melalui tindakan nyata: disiplin, integritas, kepedulian sosial, serta kontribusi aktif dalam pembangunan nasional.
Sementara itu, Danpusterad dalam sambutannya menyoroti pentingnya nilai bela negara dalam perspektif era milenial, di mana tantangan bangsa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga ideologis, digital, dan sosial.
Nilai bela negara harus hadir dalam perilaku sehari hari dan menjadi identitas generasi muda Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh 526 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, antara lain tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ?LSM, mahasiswa, dan pelajar.
Brigjen Antoninho mengatakan antusiasme peserta menunjukkan bahwa semangat kebangsaan masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI.
Dia mengatakan Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dan komitmen seluruh elemen bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045—Indonesia yang maju, kuat, berdaya saing, dan berkarakter.
"Melalui kolaborasi lintas sektor, nilai bela negara diharapkan makin mengakar dan menjadi fondasi moral dalam menghadapi tantangan global," ujar Brigjen Antoninho.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




