Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Bank Emas yang telah beroperasi sekitar satu tahun berhasil mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau 20 miliar dolar AS.
Prabowo menyampaikan capaian tersebut dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Bank Emas atau bullion bank dinilai menjadi sarana untuk memperkuat pengelolaan kekayaan emas Indonesia yang ditambang di berbagai daerah di dalam negeri.
"Hari ini dengan adanya Bank Emas yang baru beroperasi 1 tahun, bank emas kita di Pegadaian dan di Bank Syariah Indonesia sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp360 triliun atau sekitar 20 miliar dolar Amerika Serikat. Kekayaan Indonesia harus memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian Indonesia," kata Presiden Prabowo.
Nasabah Pegadaian Tembus 5,6 JutaLayanan Bank Emas nasional pertama kali diluncurkan Presiden Prabowo pada Februari 2025.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian per Maret 2026 menunjukkan jumlah nasabah Lembaga Jasa Keuangan Bullion PT Pegadaian meningkat dari 3,2 juta pada Februari 2025 menjadi 5,6 juta pada Februari 2026.
Pada periode yang sama, tabungan emas masyarakat di Pegadaian meningkat dari 10,5 ton menjadi 19,25 ton.
Pengelolaan emas Bank Syariah Indonesia (BSI) yang mencakup cicilan, gadai, dan tabungan emas juga mengalami peningkatan.
Total pengelolaan emas BSI meningkat dari 16,85 ton sebelum peluncuran Kegiatan Usaha Bullion pada Januari 2025 menjadi 22,5 ton pada Februari 2026.
Jumlah nasabah tabungan emas BSI turut bertambah dari 531.329 nasabah pada Desember 2025 menjadi 766.742 nasabah pada Februari 2026.
Bank Emas Didorong Perkuat Perekonomian NasionalPrabowo menilai pengelolaan kekayaan emas melalui Bank Emas dapat digunakan untuk memperkuat tabungan, pembiayaan, dan perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rangkaian sidang diawali pidato Ketua MPR RI Ahmad Muzani, dilanjutkan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, dan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Sidang tersebut turut dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan pimpinan partai politik juga menghadiri sidang tersebut.




