Surabaya (beritajatim.com) – Skuad Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan jelang bergulirnya kompetisi resmi dengan mengusung misi mempertahankan performa terbaik.
Tim berjuluk Green Force ini mengincar kemenangan utuh dalam laga uji coba pra-musim pamungkas yang digelar di kandang sendiri melawan klub asal Malaysia, Penang FC.
Pertandingan pamungkas pra-musim ini dipandang sangat vital bagi jajaran pelatih demi memantau kolektivitas tim serta memoles kesiapan fisik para pilar yang belum mendapatkan menit bermain maksimal.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, secara tegas mengingatkan seluruh anak asuhnya agar tidak menurunkan intensitas maupun gaya permainan agresif meskipun bakal ada skema rotasi pemain di lapangan.
Eksperimen taktik dan rotasi pemain ditegaskan bukan menjadi alasan bagi para penggawa Persebaya untuk tampil setengah-setengah di hadapan publik sendiri.
“Target kami adalah mengembangkan tim secara kolektif. Saya ingin memberikan kesempatan kepada semua pemain yang menunjukkan performa apik saat latihan. Namun, rotasi bukan alasan untuk tidak tampil intens atau keluar dari identitas permainan kami,” tegas Bernardo Tavares.
Demi membakar motivasi para pemain di atas lapangan, pelatih berpaspor Portugal tersebut mengajak seluruh elemen suporter setia Persebaya, Bonek dan Bonita, untuk memadati tribune stadion dan menciptakan atmosfer pertarungan yang luar biasa.
Dukungan penuh suporter di kandang dinilai menjadi bahan bakar utama bagi tim untuk menjaga tren positif dan mentalitas pemenang sebelum melangkah ke laga sengit kompetisi resmi.
Langkah dan semangat sang pelatih diamini penuh oleh pemain belakang Persebaya, Risto Mitrevski.
Risto menegaskan bahwa seluruh penggawa Green Force telah berada dalam kondisi siap tempur 100 persen tanpa memandang siapa yang dipasang sebagai starter maupun profil lawan yang dihadapi.
Mengenai potensi pertemuannya dengan mantan rekan satu timnya, Tumbas, yang kini berseragam Penang FC, Risto memilih bersikap profesional dan mengesampingkan persahabatan di luar lapangan selama 90 menit pertandingan berjalan.
Pencapaian manis di turnamen sebelumnya kini diakui Risto telah menjadi sejarah, dan seluruh fokus tim Persebaya sepenuhnya tercurah untuk menyambut tantangan baru di musim ini. [way/ian]




