PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur berupaya memulihkan sistem kelistrikan pascagempa bumi yang terjadi di wilayah Laut Flores Sabtu (15/8) pagi hari sekitar pukul 6.00 WITA.
Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan M7,0 - M7,7 dengan pusat 30 kilometer Timur Laut Mbay-Nagekeo-NTT pada kedalaman 10 Km dan telah dikeluarkan Peringatan Dini Tsunami.
General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, mengatakan petugas PLN terus menjaga operasi kelistrikan di sejumlah wilayah.
“Namun, gempa susulan yang terjadi beberapa kali berdampak pada sistem kelistrikan, termasuk padamnya PLTMG Maumere dan PLTMG Rangko, sehingga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa lokasi,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (15/8).
Saat ini, Eko mengatakan tim PLN melakukan pemulihan secara bertahap baik di sisi pembangkit dimulai dari PLTD di wilayah Labuan Bajo yang telah ditetapkan dalam kondisi aman.
Selain itu juga jaringan transmisi dan gardu induk, hingga pemulihan layanan kelistrikan ke masyarakat, dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.
“PLN juga memprioritaskan pemulihan pasokan listrik bagi fasilitas-fasilitas vital, termasuk rumah sakit dan posko penanganan bencana, guna mendukung kebutuhan masyarakat dalam kondisi pascagempa,” jelasnya.
PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta BPBD. Untuk informasi layanan kelistrikan, masyarakat dapat menghubungi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123.





