Kronologi Mahasiswa Baru UNNES Semarang Tewas Kecelakaan, Diduga Kelelahan Jalani Ospek Selama 15 Jam

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang mahasiswa baru UNNES Semarang tewas kecelakaan. Ia diduga kelelahan jalani ospek selama 15 jam.

Kecelakaan maut merenggut nyawa mahasiswa baru (maba) Universitas Negeri Semarang (Unnes) bernama Rivaldo Aulia Reza (18), warga Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (12/8)2026).

Berikut kronologi mahasiswa baru UNNES Semarang tewas kecelakaan. Ia diduga kelelahan jalani ospek selama 15 jam.

Rivaldo tercatat sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Di kolom komentar sebuah unggahan media sosial, sejumlah netizen menyoroti padatnya kegiatan orientasi mahasiswa baru atau Ospek. Mereka menduga jadwal yang dimulai sejak dini hari membuat mahasiswa baru memiliki waktu istirahat yang terbatas.

Rivaldo mengalami kecelakaan di Jalan Koesbiyno Tjondrowibowo, Sumur Jurang, Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, sekitar pukul 16.20 WIB. Peristiwa tersebut bermula ketika Rivaldo mengendarai sepeda motor Honda BeAT Street berwarna hitam dengan membonceng seorang teman perempuan bernama Aurora (18).

"Diduga saat berkendara kurang berkonsentrasi kemudian oleng ke kiri menabrak pohon," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polrestabes Semarang Iptu Novita Candra, dikutip dari TribunBanyumas.om.

Tak lama kemudian, korban diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga bergerak ke arah kanan dan memasuki jalur dari arah berlawanan. Motor yang dikendarainya pun terjatuh.

Pada saat bersamaan, sebuah sepeda motor Honda Supra berkelir merah hitam yang dikendarai Syaidul R (25) melintas dari arah berlawanan dan kemudian bertabrakan dengan Rivaldo.

"Korban mengalami cedera kepala, meninggal dunia di tempat."

"Korban kemudian dibawa ke kamar Jenazah RSUP Dr Kariadi Kota Semarang," ujarnya.

 Baca Juga: Kronologi Kanit Provos Perkosa Tetangga di Buton saat Mabuk, Pelaku Nekat Datangi Korban Malam-malam

 

Sementara itu, korban yang membonceng, mengalami patah tulang pada kaki kiri, sempat dirawat di RS Cepoko Kota Semarang sebelum pindah ke RS Karima Utama Kabupaten Sukoharjo.

Atas insiden kecelakaan tersebut, Universitas Negeri Semarang (Unnes) turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Rivaldo Reza. Pihak kampus juga mengingatkan seluruh sivitas akademika, terutama para mahasiswa baru, agar lebih mengutamakan keselamatan dan berhati-hati saat berkendara.

"Dengan datangnya mahasiswa baru dari berbagai daerah, lalu lintas memang lebih padat dari biasanya."

"Mahasiswa harus lebih hati-hati dalam berkendara, mengurangi mobilitas jika memang tidak sangat penting, dan mematuhi peraturan lalu lintas dan keselamatan berkendara," kata Kepala Humas Unnes Rahmat Petuguran saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).

Menurut Rahmat, Unnes juga bekerja sama dengan pihak kepolisian.

"Setelah mendapat informasi tersebut, Unnes melalui Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEB dan Kasi Kemahasiswaan telah berkoordinasi dengan petugas di lapangan."

"Jenazah Ananda Rivaldo dibawa ke Rumah Sakit Dr Kariadi," lanjut Rahmat.

"Di Rumah Sakit Kariadi, Unnes telah bertemu pihak keluarga untuk menyampaikan duka cita sekaligus menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga," lanjutnya.

Di sisi lain, sejumlah pengguna media sosial ikut membahas pelaksanaan kegiatan orientasi mahasiswa baru (Ospek) di Unnes. Sorotan terutama ditujukan pada jadwal kegiatan yang dinilai cukup padat dan mengharuskan mahasiswa beraktivitas sejak dini hari.

Salah satu pengguna Instagram dengan akun @Galuhseptianingrum turut mengungkapkan pandangannya mengenai kondisi mahasiswa baru selama mengikuti rangkaian Ospek. Ia mempertanyakan kondisi para mahasiswa yang harus sudah berada di fakultas sejak dini hari, sementara waktu untuk makan dan beristirahat dianggap cukup terbatas.

Dalam unggahannya, ia juga membandingkan kegiatan Ospek di Unnes dengan pengalaman orientasi di perguruan tinggi lain yang menurutnya menyediakan makanan ringan serta makan siang bagi para peserta.

 Baca Juga: Kronologi Kapal Berisi 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal Dunia

 

“Adikku hari kedua/Rabu, disuruh kumpul di fakultas jam 03.15 pagi. Jam 03.09 adikku udah sampai fakultas dan di Unnes gak dapat makan siang apa sarapan,” tulisnya.

Ia turut menyoroti mahasiswa baru yang masih harus menjalani aktivitas akademik di fakultas masing-masing setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan Ospek. Menurutnya, situasi tersebut perlu mendapat evaluasi dan perhatian lebih, terutama setelah insiden kecelakaan yang dialami Rivaldo.

"Ospek hari kedua/Rabu itu, memang selesainya jam 10-an pagi tapi ada beberapa fakultas yang selesai Ospek, ada TM di fakultas masing-masing atau pada mengerjakan tugas kelompok," tulisnya.

Dalam unggahan yang sama, ia juga menyebut seorang mahasiswa bernama Ananda Rivaldo masih memiliki kegiatan di fakultas setelah mengikuti ospek.

"Nah Ananda Rivaldo, setelah Ospek, di fakultas dia ada TM sampai sore hari," tulisnya.

Komentar serupa juga muncul dalam unggahan akun Instagram @rumpi_gosip yang mengutip pengalaman seorang netizen yang mengaku satu fakultas dengan Rivaldo.

Netizen tersebut menyebut mahasiswa sudah harus berada di fakultas sejak pukul 05.00 dan baru diperbolehkan pulang sekitar pukul 16.00.

"Dia se fakultas dengan saya, memang jam 5 pagi sudah harus sampai dan pulang jam 4 sore itu benar adanya," tulisnya.

Ia juga mengangkat masalah penyediaan makanan selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, mahasiswa baru tidak memperoleh makan siang dari panitia dan hanya mendapatkan makanan ringan.

Selain itu, para peserta disebut tidak diperkenankan membeli makanan atau jajan di kantin kampus.

"Yang di mana pada siang harinya tidak diberi makan siang oleh panitia hanya diberi snack dan tidak diperbolehkan jajan di kantin," tulisnya.

 Baca Juga: Kronologi Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak, Nisan Sengaja Dipotong oleh Juru Kunci karena Alasan Ini

 

Netizen tersebut turut mempertanyakan ketentuan terkait barang yang boleh dibawa mahasiswa baru, termasuk aturan yang melarang penggunaan tas berukuran terlalu besar. Menurutnya, pembatasan tersebut membuat mahasiswa menjadi kesulitan jika ingin membawa bekal makanan sendiri selama mengikuti kegiatan.

“Memang jika lelah dan lapar sudah bertemu akibatnya bisa sefatal itu entah micro sleep, kurangnya fokus, dll,” tulisnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danantara Bidik Modal dari Dubai, Family Office Jadi Penopang Utama PFII
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kolaborasi Persija dan Se’Indonesia Berlanjut hingga 2028, Perkuat Ekosistem Macan Kemayoran
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
BI Purwokerto Memperluas QRIS, Transaksi Banyumas Raya Tembus Rp8,57 Triliun
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Journal Prompts untuk Mengelola Stres
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bantah AS, Iran Tegaskan Pegang Kendali Penuh Selat Hormuz
• 20 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.