TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kolaborasi lintas sektor tersebut dilakukan dengan memperkuat pemantauan kualitas udara serta perbaikan lingkungan, terutama akibat tingginya konsentrasi debu selama musim kemarau.
Kepala Dinkes Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, penanganan ancaman ISPA tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja.
Baca juga: Jalan Puri Lingkar Luar Jakbar Berlubang, Sudin SDA Pastikan Tak Ada Pengendara Terjatuh
Ia menilai diperlukan integrasi data dan langkah bersama dengan sejumlah instansi terkait.
"Kami berkoordinasi erat dengan DLH khususnya dalam pemantauan kualitas udara. DLH melakukan pemantauan melalui alat khusus yang terpasang di sejumlah lokasi, sementara Dinkes melakukan surveilans untuk memetakan faktor risiko kesehatan masyarakat," ujar dr. Allin saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (14/8/2026).
Data hasil pemantauan dan surveilans tersebut menjadi dasar bagi Dinkes Tangsel dalam memberikan imbauan serta rekomendasi kesehatan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, musim kemarau menyebabkan partikel debu halus meningkat drastis, yang memicu iritasi saluran pernapasan dan ISPA.
"Dari data surveilans, kami memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya skala rumah tangga, untuk terus menjaga kualitas udara di dalam rumah serta memanfaatkan penyaring udara (air purifier) jika diperlukan," kata dr. Allin.
Dari sisi lingkungan, penanganan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel melalui sejumlah upaya jangka panjang.
Langkah tersebut antara lain penanaman pohon secara masif di titik-titik yang rawan polusi serta perluasan ruang terbuka hijau (RTH) untuk membantu menekan konsentrasi partikel debu di udara.
Selain berkoordinasi dengan DLH, Dinkes Tangsel juga menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk memberikan perlindungan dan edukasi kepada kelompok rentan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Permintaan Maaf PT Orang Tua Group soal Challenge Hafalan Al Quran Berhadiah Miras
"Para siswa dan guru diimbau menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," tutur dr. Allin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




