Istana Wakil Presiden (Wapres) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur resmi dibuka untuk masyarakat selama tiga hari dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Masyarakat dapat mengunjungi kawasan Istana Wapres pada 15-17 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Akses masuk kunjungan tersedia melalui Gerbang Plaza Demokrasi.
Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan fisik Istana Wapres saat ini hampir rampung. Pekerjaan yang tersisa terutama berkaitan dengan pengadaan dan pengisian furnitur.
"Insyaallah tahun ini, karena sudah beberapa stafnya di sini," ujar Basuki dalam media briefing di City Hall IKN, Kalimantan Timur, Jumat (14/8/).
Ia menjelaskan, bangunan Istana Wapres secara fisik telah selesai. Saat ini, proses pengadaan furnitur masih berjalan.
"Tinggal ngisi furniture-nya, sekarang sedang ditender," kata Basuki.
Istana Wapres Dibuka untuk Masyarakat
OIKN mengumumkan pembukaan kawasan Istana Wapres untuk kunjungan masyarakat selama momentum peringatan HUT ke-81 RI.
Pada Sabtu (15/8), masyarakat bisa mengunjungi kawasan Istana Wapres yang terletak di Zona 1A Area Inti Pemerintah (KIPP), di sepanjang Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Barat.
Istana dibuka mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Bagian yang dibuka untuk publik berada di wilayah halaman istana, pelataran, hingga area anjungan yang sekaligus menjadi titik tertunggi yang bisa dijangkau kunjungan publik.
Istana Wapres berdiri di atas lahan seluas sekitar 148.417 meter persegi atau 14,8 hektare, dengan total luas bangunan mencapai 10.038,4 meter persegi.
Pada hari pertama pembukaan untuk publik, Sabtu (15/8), Istana Wapres IKN belum dibuka secara fungsional sebagai tempat kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejumlah area di dalam kompleks, termasuk pelataran dan anjungan, masih tampak kosong dan belum dilengkapi furnitur. Meski demikian, masyarakat tetap dapat berkunjung untuk melihat langsung kompleks istana, menikmati pemandangan dari area yang dibuka, serta merasakan pengalaman memasuki lingkungan Istana Wapres yang nantinya menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan di IKN.
Meski dibuka untuk publik, pengunjung tetap diwajibkan mengikuti sejumlah ketentuan. Masyarakat hanya diperbolehkan berada di area yang telah ditentukan dan tidak diperkenankan memasuki kawasan terbatas tanpa izin resmi.
Pengunjung juga diimbau mengenakan pakaian yang sopan, yakni atasan berlengan panjang dan berkerah, celana atau rok panjang yang menutupi lutut, serta sepatu.
Pengambilan foto dan video diperbolehkan di lokasi yang telah ditentukan oleh petugas dengan tetap mengikuti ketentuan dokumentasi yang berlaku.
OIKN juga menetapkan sejumlah larangan bagi pengunjung Istana Wapres. Masyarakat dilarang membawa senjata api atau senjata tajam, narkotika dan obat terlarang, serta makanan dan minuman.
Selain itu, pengunjung dilarang merokok atau menggunakan vape, melakukan tindakan asusila, membuat kegaduhan, melakukan vandalisme, menerbangkan drone, maupun membawa hewan peliharaan.
Pengunjung juga tidak diperkenankan mengenakan kaus tanpa lengan, celana pendek, rok mini, jeans, maupun sandal.
Melansir laman resmi Wapres RI, Istana Wapres IKN merupakan kompleks pemerintahan yang dirancang untuk mendukung aktivitas Wakil Presiden, yang mencakup kantor, kediaman resmi, serta sejumlah fasilitas pendukung.
Pembangunan kompleks Istana Wapres dimulai melalui peletakan batu pertama pada 12 Agustus 2024 oleh Wakil Presiden saat itu, Ma'ruf Amin.
Proyek pembangunan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi pembangunan istana, kantor, kediaman, serta fasilitas pendukung utama. Sementara tahap kedua mencakup Kantor Sekretariat Wakil Presiden, masjid, jalan setapak melingkar, pos penjaga internal, dan sejumlah fasilitas pendukung lanskap.
Seiring berjalannya pembangunan, progres fisik Istana Wapres terus meningkat. Pada Mei 2025, progres konstruksi tercatat sekitar 43 persen. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 76 persen pada akhir Oktober 2025.
Memasuki awal 2026, progres pembangunan telah mencapai 96,28 persen. Basuki kemudian menyatakan konstruksi fisik telah mencapai 100 persen pada awal Februari 2026.




