Pengabdian Masyarakat Dorong Produk Bandeng dan Mangrove Pesisir Karawang

metrotvnews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Karawang: Potensi perikanan dan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dikembangkan menjadi berbagai produk olahan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Program tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) di Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon pada 7-8 Agustus 2026.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kewirausahaan masyarakat melalui pengembangan produk unggulan daerah, khususnya komoditas perikanan dan mangrove. Program pengabdian tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026.

“Melihat potensi sumberdaya alam diperlukan pengelolaan yang tepat. UMKM menjadi penggerak ekonomi daerah dengan meningkatkan potensi kewirausahaan yang ada di desa,” kata Ekalia Yusiana sebagai ketua tim pelaksana dan pengabrian dari Universitas Singaperbangsa Karawang, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca Juga :

BUMN Berkolaborasi Perkuat Pembangunan Desa Berkelanjutan
 
Pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK), yaitu Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) Tahun 2026. Dua kelompok masyarakat menjadi lokasi kegiatan, yakni Poklahsar Sumber Jaya Ikan di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, serta GAPOKAN Pantai Barokah di Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang.

Ekalia mengatakan pengembangan produk difokuskan pada potensi perikanan dan mangrove di wilayah pesisir. Komoditas tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai tambah bagi masyarakat.


Potensi perikanan dan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dikembangkan menjadi berbagai produk olahan melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Dokumentasi/ istimewa.

"Permasalahan yang dihadapi oleh Gapokan Pantai Barokah dan Poklahsar Sumber Jaya Ikan adalah belum optimalnya diversifikasi produk olahan yang dihasilkan dari komoditas ikan bandeng dan tanaman mangrove," jelasnya. Potensi Pesisir Karawang
Wilayah pesisir Karawang memiliki sumber daya alam yang beragam, termasuk perikanan dan kawasan mangrove. Kecamatan Cilamaya Wetan dan Cilamaya Kulon menjadi bagian dari wilayah pesisir yang memiliki potensi tersebut.

Desa Pasir Putih di Kecamatan Cilamaya Kulon, misalnya, merupakan kawasan permukiman nelayan yang juga dikenal dengan wisata pantai dan hutan mangrove. Masyarakat di wilayah tersebut umumnya bekerja sebagai petani, nelayan, buruh, dan pelaku usaha mikro.

Ekalia menilai potensi tersebut perlu diikuti dengan pengelolaan dan pengembangan usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.“Selain itu, minimnya modal dan peralatan pengolahan menjadi kelompok UMKM ini belum spenuhnya memanfaatkan teknologi pengolahan secara tepat,” ungkapnya.

Sebelum program pengabdian dilakukan, produk yang dihasilkan kelompok masyarakat masih terbatas. Poklahsar Sumber Jaya Ikan, misalnya, mengolah ikan bandeng menjadi bandeng presto, sedangkan GAPOKAN Pantai Barokah mengembangkan dodol mangrove.

Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu fokus tim pengabdian untuk memperkenalkan diversifikasi dan teknologi pengolahan produk.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sambut Positif Pengakuan Global terhadap Ekonomi Indonesia dan Peran Danantara
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Donald Trump Menggantang Asap di Selat Hormuz
• 38 menit laluviva.co.id
thumb
Soroti Penanganan Kasus Rumah Eks Pejuang Timtim, MAKI Minta Prabowo Copot Wamen PU
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Dasco soal Revisi UU Dwi Kewarganegaraan: Akan Dilakukan Terbatas dan Selektif
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Wapres Gibran Ucapkan Duka Buat Korban Gempa M 7,7 NTT
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.