Donald Trump Menggantang Asap di Selat Hormuz

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA - Bukan Donald Trump kalau tidak berhenti membuat sensasi. Presiden Amerika Serikat (AS) itu, secara gamblang dan meyakinkan, bakal menjadikan Selat Hormuz sebagai negara bagiannya.

Baginya itu hal sepele. Tapi, harus diingat. Selat Hormuz adalah jalur perairan internasional di Timur Tengah. Iran satu di antaranya. Apa yang dikatakan Trump bak menggantang asap. Mengerjakan sesuatu yang hasilnya hampa atau sia-sia. Mengapa demikian?

Baca Juga :
Bantah Perpanjang Gencatan Senjata, Menlu Iran Kasih Paham Trump soal Memorandum Islamabad
Iran Sentil Trump: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Lewat Cuitan atau Perintah

Seperti diketahui, AS Bersama Israel dan Iran terlibat perang dan masih berlangsung hampir enam bulan. Konflik ini, hingga sekarang, belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, kendati beberapa kali dilakukan gencatan senjata.

Perang ini telah memicu kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas lainnya di seluruh dunia. Iran berulang kali menyatakan tidak akan membuka Kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan sempit di antara Teluk Persia dan Teluk Oman sampai AS mencabut blokade.

Iran juga menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali dan pengelolaannya, sementara Donald Trump menghadapi tekanan semakin besar di internal negaranya untuk mengakhiri perang yang tidak disukai itu.

Pernyataan Trump yang ingin mencaplok Selat Hormuz, lalu dibalas menohok oleh pejabat Iran level wakil menteri. Adalah Kazem Gharibabadi yang menegaskan Selat Hormuz tidak dapat direbut hanya dengan sebuah cuitan, pengerahan kapal induk, perintah, atau pun pidato kampanye pemilihan umum presiden (pilpres).

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan. Selat Hormuz itu milik Iran, sekarang milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran. Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Selat Hormuz,” tegas Gharibabadi, yang menjabat sebagai wakil Menteri luar negeri (wamenlu) Iran.

Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut meningkat setelah Iran memperketat pengawasan pada 28 Februari. Saat itu, Iran melarang kapal-kapal yang dimiliki atau memiliki afiliasi dengan Israel dan AS untuk melintas secara aman di Selat Hormuz.

Baca Juga :
Trump Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Jadi Wilayah AS
Iran Klaim Kendalikan Selat Hormuz, Kapal Komersial Tak Bisa Melintas Tanpa Izin
IHSG Dibuka Memerah Berpotensi Rebound, Wall Street Menguat dan Bursa Asia Bergerak Variatif

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BATA Pikul Rugi dan Penjualan Menurun, Ditambah Saham Masih Kena Suspensi BEI
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Golkar Salurkan 350 Ribu Benih Ikan ke Bandung Barat, Dorong Budidaya Perikanan Berkualitas
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Journal Prompts untuk Mengelola Stres
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Korban Jiwa Sementara Gempa M7.7 NTT 33 Jiwa, Puluhan Lainya Terluka
• 3 jam laludisway.id
thumb
159 Desa dan Kelurahan di Riau Masuk Zona Rawan Karhutla
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.