Indonesia mulai mengekspor beras ke Malaysia secara bertahap pada Agustus 2026. Pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton beras ditargetkan dilakukan pada pekan ini.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pengiriman tersebut menjadi tahap awal kerja sama ekspor beras antara Indonesia dan Malaysia. Selanjutnya, pengiriman akan dilakukan sesuai kesepakatan kedua negara.
"Kalau ekspor ini kalau bisa minggu ini diberangkatkan 1.000 ton secara bertahap," ucap Amran dalam acara penandatanganan kontrak kerja sama ekspor beras dengan Malaysia di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).
Amran menjelaskan kebutuhan beras Malaysia cukup besar. Secara keseluruhan, kebutuhan beras negara tersebut mencapai sekitar 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.
Kebutuhan beras di Sarawak juga mencapai sekitar 200.000 ton setiap tahun. Dengan angka tersebut, pengiriman 1.000 ton dari Indonesia masih menjadi jumlah awal yang relatif kecil.
Karena itu, ekspor 1.000 ton pada pekan ini tidak menjadi pengiriman terakhir. Indonesia akan kembali mengirimkan beras ke Malaysia sesuai kesepakatan kerja sama yang telah dibuat.
Menurut Amran, salah satu poin penting dalam kerja sama tersebut adalah kesepakatan harga. Pemerintah Indonesia dan pihak Malaysia disebut telah menyepakati harga beras sebesar Rp17.000 per kilogram.
"Tetapi yang terpenting harga sudah sepakat, yang terpenting harga dulu kan ini yang nego lama nih harganya Rp 17.000 per kilogram," sambung Amran.
Amran sekaligus membantah informasi mengenai harga beras ekspor ke Malaysia yang disebut hanya Rp10.000 per kilogram. Informasi tersebut sebelumnya ramai beredar di media sosial.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Tembus 5,25 Juta Ton di Seluruh Indonesia
Kementan memastikan harga yang disepakati bukan Rp10.000 per kilogram. Amran menegaskan harga dalam kerja sama ekspor tersebut mencapai Rp17.000 per kilogram.
"Karena di medsos kemarin ramai Rp 10.000 ini rugi dalam negeri, enggak ini Rp 17.000 per kilogram," ucap Amran.





