Gempa bumi dengan magnitudo (M) 7 terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapoksi PDIP Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyampaikan dukacita atas musibah yang menyebabkan puluhan warga meninggal dunia tersebut.
"Duka ini adalah duka kita bersama. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," kata Selly kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).
Dia mendorong agar pendataan korban jiwa dan masyarakat terdampak dilakukan dengan cepat, akurat, dan menyeluruh bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan di pengungsian. Dia meminta agar makanan, air bersih, obat-obatan, tenaga medis, serta kebutuhan anak-anak sekolah harus tersedia.
"Anak-anak jangan sampai kehilangan rasa aman dan kesempatan untuk belajar hanya karena mereka menjadi korban bencana. Begitu pula lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya harus mendapat perhatian khusus," ucapnya.
Selly berharap semua pihak kompak saling membantu masyarakat terdampak. Dia tidak ingin ada masyarakat yang berada di tempat terpencil atau wilayah yang aksesnya terputus merasa ditinggalkan.
"Saya ingin menegaskan bahwa dalam keadaan seperti ini masyarakat membutuhkan kehadiran negara yang nyata, bukan hanya bantuan, tetapi juga rasa aman dan kepastian bahwa mereka tidak sendirian," ujar Selly.
"Selamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan, kuatkan mereka yang sedang kehilangan, dan pastikan negara terus bersama masyarakat Flores sampai mereka mampu bangkit dan kembali menjalani kehidupannya," imbuhnya.
Hal senada juga didorong oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang. Dia minta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menangani korban yang terdampak gempa tersebut.
"Saya kira langkah kedaruratan harus segera diambil, berharap dengan pejabat di daerah sepertinya itu sulit karena mereka juga terdampak, maka kita yang tidak terdampak ini harus segera menangani," kata Marwan.
Dia menyebut pemerintah harus cepat tanggap mengevakuasi dan serta menyiapkan kebutuhan korban terdampak yang selamat serta mengidentifikasi korban yang meninggal dunia. Jika penanganan lambat, dia khawatir pemerintah dianggap tidak kompeten menangani bencana.
"Kita mendorong pemerintah jangan sampai nanti dianggap pemerintah ini tidak punya kapasitas menangani kebencanaan," ucapnya.
Dia meminta kementerian/lembaga terkait lebih gesit turun langsung di lapangan untuk penanganan bencana, daripada banyak rapat. Menurutnya, masyarakat terdampak yang selamat sangat membutuhkan perlindungan dan kebutuhan logistik.
"Jadi penanganan kedaruratan itu penting. Kehadiran itu yang kita butuhkan ketimbang mendiskusikan apa yang bisa..., jadi langsung aja. Kan sudah tahu kita ini bahwa skalanya di atas 7, itu dahsyat, pasti banyak korbannya. Sudah bawa aja, bawa tenda, genset, dan lain-lain, nanti di lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan. Kalau sekarang melakukan koordinasi dulu, itu terlambat, harus segera berangkat aja," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko menyampaikan duka cita atas musibah yang menimbulkan korban jiwa tersebut. Dia berharap pemerintah bahu membahu menangani segala kebutuhan masyarakat yang menjadi korban.
"Kita pastinya turut berbela sungkawa atas musibah tersebut. Kita harapkan seluruh stakeholder (BNPB, Kemensos dan pemerintah daerah) bahu membahu untuk segera menangani segala masalah masyarakat," ucap Singgih.
(fas/idh)





