Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memberikan sejumlah bantuan kepada para korban gempa di Nusa Tenggara Timur yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2025. Hal itu diungkapkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam konferensi pers di Taman Dukuh Atas Sudirman Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Pramono mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait usia mendengar kabar duka tersebut. “Kemarin kami langsung melakukan koordinasi, dan selalu Pemerintah DKI Jakarta pasti akan berkontribusi memberikan bantuan untuk meringankan saudara-saudara kita yang terkena dampak dari gempa,” kata Pramono.
Ia menyebut, saat ini pihaknya masih mempelajari terkuat berbagai kebutuhan serta porsi andil bantuan yang bisa diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta. "Nanti untuk yang di NTT, di Maumere dan sebagainya, kami sedang mempelajari mana-mana yang kemudian Pemerintah DKI Jakarta bisa ikut andil untuk memberikan bantuan,” ucap dia.
Baca Juga:Wapres Gibran ke Palembang, 1.009 Petugas Gabungan Dikerahkan untuk PengamananBaca juga: Update Dampak Gempa NTT: Lebih dari 5.000 Warga Bertahan di Pengungsian
Kendati demikian, ia belum mengungkapkan berapa jumlah dan jenis bantuan yang diberikan serta kapan pengiriman bantuan itu akan dilakukan. Namun, Pramono menegaskan bahwa encana pemberian bantuan itu merupakan komitmen dari Pemprov DKI Jakarta dalam berempati dan membantu sesama terhadap wilayah yang terkena bencana khususnya gempa.Ia mencontohkan seperti gempa yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara yang terjadi beberapa waktu silam. Pihaknya juga memberikan bantuan melalui pemerintah kota kabupaten terkait untuk disalurkan kepada para korban di wilayahnya.
“Kemarin waktu di Aceh, di Sumatra Barat, dan juga Sumatera Utara kami secara khusus memberikan bantuan kepada beberapa kota kabupaten secara langsung,” pungkas Pramono.
Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana ini turut menelan 47 korban jiwa dan memicu kerusakan bangunan yang sangat masif.
Baca Juga:JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah JokowiBerdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. “Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (16/8/2026).
#daerah




