WKRI Cabang Santa Theresia Gelar Seminar Kesehatan Tentang Bahaya Kanker dan Tumor, Begini Cara Mencegahnya

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Santa Theresia menyelenggarakan Seminar Kesehatan tentang Bahaya Kanker dan Tumor serta upaya pencegahannya.

Kegiatan ini berlangsung di Ruangan Peterus dan Andreas Gedung Karya Pastoral Gereja Santa Theresia pada Sabtu (15/8/2026).

BACA JUGA: Conny Renny Raintung Terpilih Jadi Ketua WKRI Cabang Santa Theresia Masa Bakti 2025-2028

Dalam kegiatan ini, hadir sebagai narasumber Mona Panggabean, A.Md.Keb. dari Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI).

BACA JUGA: Peringati Hari Pangan Sedunia 2023, Gereja Santa Theresia dan WKRI Bagikan Makanan untuk Lansia & Difabel

Ketua WKRI Cabang Santa Theresia, Jakarta Pusat Conny Renny Raintung dan jajaran pengurus bersama Mona Panggabean dari Yayasan Pemerhati Kanker Indonesia (YPKI) seusai Seminar Kesehatan Tentang Bahaya Kanker dan Tumor serta Upaya Pencegahannya di Ruangan Petrus dan Andreas, Gedung Karya Pastoral Gereja Santa Theresia, Jakarta pada Sabtu (15/8/2026). Foto: Friederich Batari/JPNN.com

Ketua WKRI Cabang Santa Theresia, Conny Renny Raintung mengatakan seminar ini bertujuan agar peserta mendapat informasi dan pengetahuan seputar kanker dan tumor serta upaya pencegahannya.

BACA JUGA: PSE, Panitia HPS 2023 dan WKRI Gereja Santa Theresia Salurkan Makanan ke Lansia

“Kami berharap peserta seminar ini dapatkan  pengetahuan sehingga menyampaikan kepada keluarga, tetangga dan masyarakat terkait upaya pencegahan kanker dan tumor,” ujar Conny Renny Raintung saat memberikan sambutan pembukaan seminar.

Foto bersama dan pembicara Seminar Kesehatan Tentang Bahaya Kanker dan Tumor serta Upaya Pencegahannya di Ruangan Petrus dan Andreas, Gedung Karya Pastoral Gereja Santa Theresia, Jakarta pada Sabtu (15/8/2026). Foto: Friederich Batari/JPNN.com

Sementara itu, Mona Panggabean menjelaskan kanker merupakan suatu perubahan sel normal menjadi tidak normal atau abnormal.

”Kanker bisa berawal dari tumor,” ujar Mona.

Menurut Mona, tumor terbagi menjadi dua bagian, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. 

Tumor jinak, kata Mona, pertumbuhannya lambat, tetapi bila dibiarkan dan tidak segera ditangani dikhawatirkan akan berubah menjadi tumor ganas.

”Kalau menjadi (tumor) ganas, itulah yang dinamakan dengan cancer (kanker, red),” ujar Mona.

Menurutnya, sel kanker dapat menjalar ke bagian tumbuh lain melalui pembunuh darah (metastasis).

Dia juga menjelaskan beberapa faktor pemicu kanker, yaitu genetik keturunan, kimia, radiasi benda canggih, makanan dan minuman yang mengandung pengawet, cara pengolahan dan penyajian makanan yang salah.

Pada kesempatan itu, Mona juga menjelaskan tentang kanker prostat, kanker serviks, kanker payudara.

Kanker Prostat

Menurut Mona, kanker prostat merupakan jenis kanker pembunuh nomor tiga bagi kaum pria setelah stroke dan jantung. 

“Kanker prostat adalah tumbuhan tumor pada kelenjar prostat dan khususnya kanker ini diemukan pada pria,” ujar Mona.

Lebih lanjut, Mona menjelaskan gejala awal  kanker prostat adalah susah pada saat buang air kecil ataupun terasa sakit, tidak tuntas dan masih menetes-netes.

”Sering sakit di bawah perut atau turun perut), sakit pinggang dan sakit pangkal paha. Selain itu, adanya darah bercampur air seni (hematuria),” ujar Mona.

Dia menyebut pria yang berisiko kanker prostat adalah pria berkulit hitam, pria yang pekerjaannya banyak duduk. 

Selain itu, kata Mona, pria yang suka minum minuman beralkohol serta perokok aktif. Juga pria yang sering bergonta-ganti pasangan.

”Hubungan suami istri yang jarang atau suami terlalu sering menahan hasrat dapat juga beriko terkena kanker prostat,” ujar Mona.

Kanker Serviks

Mona menjelaskan perempuan yang berisiko terkena kanker serviks atau kanker yang ada di leher rahim adalah perempuan yang sering bergonta-ganti pasangan. 

Selain itu, perempuan yang melakukan hubungan badan di bawah usia 16 tahun atau menikah dini.

“Kemudian perempuan yang tidak pernah menjaga kebersihan alat kelaminnya,” ujar Mona.

Mona juga menjelaskan perempuan yang berisiko tinggi terkena kanker serviks yang ada di badan rahim atau endeometrium adalah perempuan yang tidak pernah melahirkan; perempuan yang sering melahirkan, yaitu satu tahun sekali.

Sementara itu, perempuan yang berisiko tinggi terkena kanker yang ada di indung telur atau ovarium adalah perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi pil KB dan suntik KB lebih dari 5 tahun.

Selain itu, perempuan yang bergadang beraktivitas malam hari.

”Tumbuhnya tumor di indung telur/ovarium. Nama tumornya Miom dan Kista,” ujar Mona.

Menurutnya, Miom adalah daging tumbuh dan Kista adalah gelembung berupa cairan darah dan nanah.

Menurut Mona, gejala-gejala kanker rahim yaitu keputihan yang terus-menerus. Selain itu, setelah melakukan hububungan  intim keluar cairan berwarna cokelat bercampur darah serta iritasi di sekitar alat kelamin.

Adapun cara mendeteksi kanker rahim adalah papsmear dan IVA test yaitu Inspeksi visual dengan Asam Asestat. 

Kanker Payudara 

Mona menjelaskan perempuan yang beriko tinggi dapat terkena kanker payudara adalah mereka yang setelah melahirkan tidak mau menyusui. 

Selain itu, perempuan yang mau menyusui hanya dengan sebelah payudara serta perempuan obesitas atau kegemukan.

Dia juga menjelaskan pria yang berisiko tinggi terkena kanker payudara adalah jika sudah ada faktor genetik dari keluarga yang menderita kanker. 

Kemudian pria perokok dan sering meminum minuman beralkohol.

Selain itu, pria yang suka mengonsumsi makanan yang mengandung zat carsinogen atau zat pengawet.

Menurut Mona, gejala awal kanker payudara adalah adanya benjolan di bagian payudara, adanya bintik-bintik dan kutil-kutil di kulit payudara. 

“Kemudian rasa gatal yang amat sangat di bagian kulit luar payudara atau bagian dalam payudara,” ujar Mona.

Cara Mendeteksi Kanker Payudara 

Mona menjelaskan cara mendeteksi kanker payudara adalah Mamografi dengan Skema Sadari, yaitu Sadar memeriksa payudara sendiri.

Pada kesempatan itu, Mona menekankan pentingnya melakukan pencegahan.

”Mencegah lebih baik daripada mengobati,” tegas Mona.

Menurut Mona, ada dua cara mencegah untuk menghindari kanker dan tumor.

Pertama, preventif dari luar, yaitu melakukan pola makan yang sehat dan teratur; konsumsi makanan yang berserat tinggi seperti buah dan sayur.

Selain itu, menghindari makanan yang mengandung zat carsinogen atau pengawet serta melakukan olahraga secara teratur.

Kedua, preventif dari dalam, yaitu suntik imunisasi kekebalan tubuh. “Suntiknya dilakukan tiga kali selama tiga bulan,” ujar Mona.

Kemudian, kata dia, mengonsumsi tumbuhan alami yang mengandung zat anti-kanker, yaitu Ribosom Inacting Protein (RIP).

Menurut Mona, fungsi RIP atau manfaat zat anti-kanker adalah memblokir pertumbuhan sel kanker; mampu menonaktifkan perkembangan sel kanker; dan mematikan sel kanker sampai ke akar-akar tanpa merusak jaringan sel normal di sekitarnya.

Mona menyebut ada dua jenis tanaman yang mengadung zat anti kanker yaitu keladi tikus dan temu putih.

”Keladi tikus mengandung 50 persen zat anti-kanker dan temu putih 95 persen,” ujar Mona.

Untuk diketahui, seminar ini diikuti oleh pengurus dan anggota WKRI Cabang Santa Theresia, masyarakat umum dan juga perwalian dari sejumlah paroki di Keuskupan Agung Jakarta.

Adapun pengurus WKRI yang hadir yaitu Conny Renny Raintung (Ketua), Helena Budicahyani (Wakil Ketua), Loa Maria Felycitas (Bendahara), Gama Grace Bindosano (Ketua Bidang Kesra), Elisabeth Ninik Ningrum (Ketua Bidang Usaha), Catharina Widiyaningsih (Ketua Bidang Organisasi), Rita Margaretha (Ketua Bidang Pendidikan) dan Trixcy Kumaat (Wakil Ketua Bidang Humas). 

Selain itu, hadir pengurus Ranting Lucia dan Ranting Faustina serta perwakilan dari Paroki Sunter, Bintaro, Katedral dan Paroki Ignatius Loyola (Jalan Malang).(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Lautan Merah Putih Padati CFD Bekasi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
PANDI, FTII, dan ASPILUKI Kembali Gelar developerday.id untuk Memburu Talenta Teknologi Indonesia
• 1 jam lalupantau.com
thumb
DPD RI Serukan Gotong Royong Bantu Korban Gempa NTT
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Anung Pastikan DKI Jakarta Bantu Korban Gempa NTT
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Dari Gempa M7.7 NTT: BMKG Jelaskan Istilah Peringatan Dini "Dinyatakan Berakhir" dan "Dicabut"
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.