Merayakan Wastra, Senayan City & Cita Tenun Indonesia Hadirkan Instalasi Budaya

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Selama dua dekade, Senayan City tidak hanya menjadi destinasi gaya hidup, tetapi juga ruang yang mempertemukan kreativitas, budaya, dan karya anak bangsa.

Memasuki usia ke-20, semangat tersebut kembali dihadirkan melalui Glorify Indonesia 2026, sebuah perayaan yang mengangkat kekayaan wastra Nusantara, khususnya tenun, melalui kolaborasi bersama Cita Tenun Indonesia (CTI).

Salah satu bagian dari rangkaian Glorify Indonesia 2026 adalah instalasi budaya berjudul Weaving Archipelago yang berlangsung di Promenade Senayan City hingga 29 Agustus 2026.

Instalasi ini menghadirkan 20 kain tenun dari 10 daerah di Indonesia yang menjadi bagian dari program pelatihan CTI. Setiap kain membawa tradisi, filosofi, dan keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dirancang oleh Desainer Interior Rina Renville, Weaving Archipelago mengusung konsep “Rajutan Nusantara”. Tenun ditempatkan bukan sekadar sebagai produk tekstil, melainkan sebagai representasi identitas, nilai, dan tradisi masyarakat Indonesia.

Keberagaman kain dari berbagai daerah dirangkai dalam satu ruang, menggambarkan Nusantara yang terdiri dari pulau-pulau yang saling terhubung.

Kehadiran tenun dalam ruang publik seperti ini juga memperlihatkan bahwa warisan budaya tidak harus berhenti sebagai sesuatu yang disimpan dan dikenang. Melalui interpretasi para desainer, tenun dapat terus menemukan relevansinya dalam kehidupan masa kini.

Sebanyak 20 kain yang ditampilkan telah dikurasi dan diperkaya melalui interpretasi sembilan Creative Contributors, yakni Auguste Soesastro, Chossy Latu, Denny Wirawan, Didi Budiardjo, Era Soekamto, Eridani, Priyo Oktaviano, Sebastian Gunawan, dan Wilsen Willim. Masing-masing menghadirkan busana menggunakan tenun pilihan dari berbagai daerah di Indonesia dalam karya mereka.

Kolaborasi tersebut memperlihatkan bagaimana tenun dapat berkembang melalui perspektif desain dan mode kontemporer tanpa kehilangan nilai, makna, maupun identitas budaya yang melekat di dalamnya. Di sisi lain, kehadiran para perajin tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan setiap kain yang ditampilkan.

Hal tersebut sejalan dengan peran Cita Tenun Indonesia yang selama hampir dua dekade berkomitmen melestarikan tenun tradisional melalui pemberdayaan perajin, edukasi, pengembangan kualitas, dan kolaborasi lintas sektor.

Bagi CTI, menjaga tenun tidak hanya berarti mempertahankan teknik dan tradisi, tetapi juga memastikan para perajin serta komunitas di baliknya dapat terus bertumbuh.

"Tenun bukan sekadar selembar kain, melainkan warisan budaya yang menyimpan sejarah, identitas, dan perjalanan masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi. Selama hampir dua dekade, Cita Tenun Indonesia berkomitmen mendampingi para perajin, menjaga teknik-teknik tradisional, sekaligus membuka ruang agar tenun terus berkembang dan tetap relevan di masa kini," ungkap Intan Fauzi, Sekretaris Jendral CTI dalam acara peresmian Glorify Indonesia, pada Rabu (12/8).

Dalam kesempatan yang sama, Senayan City memberikakn penghargaan Infinite Merit Award 2026 kepada CTI sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen mereka dalam melestarikan tenun.

Penghargaan yang sudah diperkenalkan sejak 2006 tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada individu maupun organisasi yang memberikan kontribusi bagi perkembangan seni, budaya, desain, kreativitas, serta berbagai inisiatif yang memberikan dampak positif bagi Indonesia.

"Selama dua puluh tahun, Senayan City percaya bahwa sebuah destinasi tidak hanya diukur dari apa yang dihadirkannya, tetapi juga dari kontribusinya dalam mendukung kreativitas, budaya, dan talenta Indonesia. Melalui Glorify Indonesia dan Infinite Merit Award, kami ingin memberikan penghormatan kepada mereka yang selama ini menjaga, merawat, dan memastikan kekayaan budaya Indonesia terus hidup, berkembang, serta menginspirasi generasi berikutnya," ujar Halina, Leasing & Marketing Communications Director Senayan City.

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada CTI atas dedikasinya dalam memberdayakan para perajin, menjaga keberlangsungan tenun Nusantara, sekaligus membuka ruang bagi warisan tersebut untuk terus berkembang.

Glorify Indonesia 2026 juga melibatkan TACO yang mendukung eksplorasi kreatif para desainer dan pelaku industri kreatif dalam memadukan material modern dengan tenun Nusantara.

Melalui Glorify Indonesia 2026, tenun kemudian hadir sebagai titik temu antara tradisi, kreativitas, dan inovasi. Perayaan ini tidak hanya mengajak masyarakat melihat keindahan wastra dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengenali perjalanan panjang yang membuatnya tetap hidup hingga hari ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Kabupaten di NTT Diminta Segera Tetapkan Status Darurat Usai Gempa M7,7
• 58 menit lalurctiplus.com
thumb
Perusahaan Logistik Mulai Gunakan Fitur Identifikasi Barang Berbasis AI
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri Kirim Tim SAR dan DVI untuk Bantu Penanganan Gempa NTT
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri Kerahkan 10 K9 dan Bawa 2,5 Ton Logistik untuk Bantu Korban Gempa NTT
• 24 menit laluviva.co.id
thumb
Kemenhaj Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Haji Mulai Tingkat Daerah
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.