Update Kondisi di NTT Pasca Gempa M7,7, RS Lapangan Didirikan di Manggarai, 5.000 Warga Mengungsi

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah terus bergerak cepat menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi kemarin. 

Tercatat per Minggu (16/8), tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bersiaga menyisir lokasi untuk mendata dan memverifikasi jumlah korban.

“Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, sebuah Rumah Sakit Lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan melalui keterangan tertulis.

BACA JUGA:Update Korban Gempa M7,7 di NTT: BNPB Catat 47 Orang Meninggal Dunia

Berton juga melaporkan, terkait akses mobilitas logistik dan evakuasi, jalur lintas darat Larantuka ke Maumere terpantau sudah terhubung dan dapat dilalui. 

“Namun, tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif lain lantaran akses jalan darat penghubung Ende ke Nagekeo hingga kini masih terputus akibat gempa,” kata dia.

Gempa bumi di NTT yang terjadi pada Sabtu (15/8), memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana ini menimbulkan 47 korban jiwa dan memicu kerusakan bangunan yang sangat masif.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian.

BACA JUGA:Pemprov DKI Siap Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Pramono: Sedang Berkoordinasi

Di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai  total 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar.

“Pemenuhan hak-hak dasar dan logistik di pengungsian kini menjadi salah satu prioritas penanganan darurat,” kata Berton. 

Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed (tempat tidur lipat), 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih (tandon), hingga genset.

Merespons eskalasi bencana, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses surat keputusan untuk menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan. Langkah serupa juga telah diambil secara resmi di tingkat kabupaten/kota terdampak.

BACA JUGA:Relawan Dompet Dhuafa Tempuh Jalur Darat, Laut dan Udara untuk Respon Cepat Gempa NTT

Kabupaten Manggarai telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari (15 Agustus–13 November 2026) melalui Keputusan Bupati No. 319 Tahun 2026, yang diikuti dengan pembentukan pos komando lewat Keputusan No. 320 Tahun 2026.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legislator PDIP Sorot Permasalahan Data Terkait Klaim Capaian Program Swasembada Pangan
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Pria Diduga Terkait Pelemparan Molotov di Pos Lantas Surabaya Ditangkap
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pesta Rakyat L’Marché Indonésien Meriahkan HUT ke-81 RI di Rabat Maroko
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dikejar Reruntuhan Gedung dan Bayangan Tsunami saat Gempa Flores
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Canda Ibu-ibu 2 Kali Ikut Lomba Tarik Bus di Kalideres: Lebih Berat Beban Hidup
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.