Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemukan fakta mengejutkan saat melakukan kunjungan mendadak ke SMA Negeri di Cikarang.
Awalnya, Dedi datang untuk meninjau kondisi fisik sekolah yang disebut membutuhkan renovasi. Namun, ia justru mendapati para siswa kesulitan menyelesaikan soal matematika sederhana.
Dalam video yang diunggah ke kanal YouTube pribadinya, Dedi berdialog dengan guru wali kelas. Guru tersebut menjelaskan bahwa ruang belajar tidak layak sehingga siswa dipindahkan ke aula. Sayangnya, aula pun dalam kondisi buruk.
Dedi lalu menghitung kebutuhan renovasi. Ia memperkirakan lima kelas butuh Rp250 juta, meski menurutnya Rp50 juta per kelas sudah cukup. Untuk memberi contoh, ia menyinggung biaya gorden sekitar Rp200 ribu.
"Yang butuh diperbaiki lima kelas jadi butuh Rp 250 juta," ucap KDM dikutip dari kanal YouTube miliknya, Minggu (16/8/2026).
Saat itu, ia mengajak 34 siswa di kelas untuk menghitung pembagian biaya gorden. "Coba sekarang 200.000 dibagi 34 hasilnya berapa," tanyanya.
Namun, siswa yang maju ke depan tidak mampu menjawab. Beberapa siswa lain yang diminta pun sama-sama kesulitan.
"Di sini banyak pabrik, kalian butuh matematika untuk bekerja di sana," ujar KDM.
Baca Juga: Koalisi Mengejutkan: Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan di Pilpres 2029?
Akhirnya, guru matematika yang hadir membantu menyelesaikan soal tersebut. Meski kecewa, Dedi tetap memberi semangat agar para siswa rajin belajar dan menguasai kemampuan dasar.
Sebagai bentuk dukungan, ia berjanji akan membantu renovasi kelas, memasang AC, dan langsung memberikan hadiah untuk perbaikan gorden.
"Sekarang saya kasih hadiah buat kelas ini untuk perbaikan gorden. Kelasnya nanti saya renovasi, saya pasang AC," kata KDM.





