Cerita Warga Ikut Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka: Berangkat Pagi-pagi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah warga telah berdatangan untuk mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka pada Senin (17/8).

Antusiasme warga bahkan telah terasa sejak matahari belum terbit. Salah satunya Zahra (23), warga Gandaria, yang datang sejak pukul 05.00 WIB menggunakan ojek daring.

"Ini tahun pertama kali. Saya datang dari jam 5, naik Grab," kata Zahra.

Zahra sebelumnya mengikuti war tiket untuk mendapatkan kesempatan menghadiri rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan. Ia berhasil mendapatkan tiket pada hari kedua.

"Saya termasuk beruntung sih. Karena saya jam 10 itu sudah masuk web, di hari kedua. Gak pakai antre, langsung isi data, langsung email konfirmasi, dapat email ambil undangan juga," ujarnya.

Undangan tersebut kemudian diambil Zahra pada Sabtu (16/8). Saat tiba di lokasi pada pagi ini, gelang fisik yang menjadi tanda akses ke acara sudah terpasang di tangannya.

Cerita Mahasiswa dari Semarang

Cerita perjalanan berbeda datang dari Ardi (19), mahasiswa yang menempuh kuliah di Semarang. Ia juga mengikuti war tiket pada hari kedua setelah sebelumnya gagal memperoleh tiket pada hari pertama.

"Saya kuliah di Semarang, saya ikut war tiket hari kedua, hari pertama gak dapat," ujar Ardi.

Untuk menghadiri upacara hari ini, Ardi berangkat dari Stasiun Semarang Tawang menuju Bekasi. Ia kemudian melanjutkan perjalanan bersama sang kakak hingga tiba di lokasi.

"Saya berangkat dari Stasiun Semarang Tawang terus ke Bekasi, ikut sama kakak, terus sama kakak dianter," tuturnya.

Suasana Terkini

Saat ini warga sudah mulai memadati lokasi. Sejak memasuki security door, para tamu sudah disambut sejumlah booth makanan dan lokasi pengambilan suvenir.

Petugas tampak sibuk melayani tamu yang datang, sementara berbagai makanan tradisional telah tersaji dan siap dibagikan.

Di salah satu booth, makanan ditata dalam wadah-wadah besar. Para petugas mengenakan pakaian bernuansa merah dan tampak cekatan mengambil serta menyajikan makanan untuk para tamu.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran warga yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Nuansa merah putih juga terlihat menghiasi kawasan lokasi upacara.

Di area pengambilan suvenir, tas berbahan goni telah disusun rapi. Para tamu mengambil tas bingkisan yang telah disiapkan panitia. Di dalamnya terdapat sejumlah cendera mata, mulai dari kipas, buku Presiden Solusi, buku catatan, gelas, kelereng, topi, kaus, handuk, tatakan gelas, hingga card holder.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjaga Tradisi Musyawarah NU Dorong Kepemimpinan Berbasis Ilmu dan Akhlak
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
LPDB Koperasi Rayakan 2 Dekade, Salurkan Ratusan Bantuan Sosial untuk Lansia
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
HUT Ke-81 RI, Ketua KPK Peringatkan Pegawai KPK Jaga Integritas
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Perubahan Saat Buang Air Kecil yang Tak Boleh Diabaikan Pria 45 Tahun ke Atas
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Indonesia Krisis 268 Ribu Dokter, Presiden Wacanakan Dokter Asing Praktik di Indonesia
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.