JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG telah mencatat ada sekitar 1.598 gempa susulan melanda NTT (Nusa Tenggara Timur).
Gempa susulan ini terjadi hingga Senin, 17 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB sejak gempa 7,7 M guncang Flores, NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dari ribuan gempa susulan ini, masyarakat NTT sudah merasakan 54 kali gempa.
"Gempa susulan terus kita pantau. Informasi terakhir ya, sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3, dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa," katanya.
Lebih lanjut, Teuku menjelaskan bahwa BMKG masih terus memantau situasi di NTT dalam 2 sampai 3 minggu ke depan.
BACA JUGA:Menteri dan Pejabat Negara Pimpin Upcara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Daerah Terdampak Gempa NTT
Setelahnya, baru pemerintah akan melakukan rekonstruksi serta perbaikan terhadap bangunan yang rusak dan hancur.
"Di NTT tim kita sekarang sudah bergerak ke lokasi. Bahkan ada 3 UPT atau kantor BMKG yang ada di Pulau Flores, dan juga ada dua pos kami di sana," ungkap Teuku.
Berdasarkan data BNPB (Bada Nasional Penanggulangan Bencana), per Minggu, 16 Agustus 2026 sore jumlah korban meninggal akibat gempa NTT ini mencapai 53 orang.
Dengan rinciannya, 1 korban jiwa di Manggarai Barat, Manggarai Timur (20), Manggarai (25), Nagekeo (1), Sikka (4) dan Ende (2).
RS Manggarai Tak Memadai Tampung Korban Gempa NTTDikabarkan, RS Manggarai tak memadai tampung korban gempa M7.7 NTT, Pemerintah siapkan rumah sakit lapangan.
BACA JUGA:Sekolah Libur Pascagempa NTT, Jatah MBG dari 71 SPPG Dialihkan ke Posko Pengungsian
Adapun, langkah ini diambil pemerintah untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan kapasitas Rumah Sakit Manggarai saat ini belum memadai untuk menangani seluruh pasien yang membutuhkan perawatan dan sejumlah pasien bahkan terpaksa dirawat di tenda.
"Karena kondisi Rumah Sakit Manggarai kurang memadai, sangat tidak memadai, dan tadi punya tenda-tenda ya, pasien berada di tenda-tenda, jadi kita sudah berkoordinasi dengan Pak Menteri Kesehatan untuk dibuka Rumah Sakit Lapangan," ujar Pratikno usai meninjau calon lokasi Rumah Sakit Lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Minggu, 16 Agustus 2026.
- 1
- 2
- »





