Lahir Tepat 17 Agustus, Nasib Perempuan Paruh Baya Ini Berubah Karena Kapolri

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Bogor, VIVA – Perjalanan hidup Heni Yawati, atau yang akrab disapa Bi Heni, penuh perjuangan. Sejak kecil, perempuan yang kini berusia 58 tahun itu harus meninggalkan bangku sekolah dan bekerja demi membantu keluarganya.

Kini, sebuah hadiah tak terduga datang di hari ulang tahunnya. Bi Heni mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah secara gratis melalui program Wisata Religi Umroh Presisi yang digagas Komunitas Masyarakat Pecinta Polisi Indonesia dan diberangkatkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Baca Juga :
Pimpin Langsung Aksi Kemanusiaan Gempa di NTT, Dirut Pertamina Pastikan Salurkan Bantuan Kebutuhan Warga Terdampak
Jasa Raharja: Keselamatan Salah Satu Wujud Kemerdekaan

Bi Heni lahir pada 17 Agustus 1968. Namun, di balik tanggal kelahirannya yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, tersimpan kisah panjang perjuangan hidup.

Ia mulai bekerja sejak masih berusia 9 tahun. Saat duduk di kelas 2 SD, Bi Heni terpaksa berhenti sekolah setelah sang ayah menikah lagi. Kondisi tersebut membuatnya harus membantu menghidupi adik-adiknya.

Pekerjaan pertama yang dilakoninya adalah menjadi buruh cuci dan gosok. Kala itu, upah yang diterima bahkan hanya berupa nasi bungkus.

Perjuangan tersebut terus dijalaninya hingga dewasa. Bi Heni kemudian bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Saya bodoh, yang penting anak sekolah. Usia 15 tahun saya dipaksa menikah oleh Almarhum Bapak. Saya berjanji, saya boleh tidak sekolah tak apa, yang penting anak-anak saya harus pintar dan lulus sekolah semua," ucap Bi Heni, Senin, 17 Agustus 2026.

Janji itu kemudian diwujudkannya. Meski hidup dalam keterbatasan, Bi Heni berhasil menyekolahkan keempat anaknya hingga lulus SMA.

Perjuangan Bi Heni semakin berat ketika suaminya mengalami sakit ginjal dan harus menjalani cuci darah selama dua tahun. Keterbatasan biaya membuatnya memilih merawat sang suami dengan pengobatan tradisional sembari terus berdoa.

"Saya mohon Ya Allah, anak saya masih kecil-kecil, jangan sampai tidak punya bapak. Sembuhkanlah suami saya," tutur dia.

Kini, setelah puluhan tahun berjuang sebagai pekerja rumah tangga, Bi Heni justru mendapat kejutan besar tepat di hari ulang tahunnya yang ke-58. Ia mendapat hadiah berupa keberangkatan umrah gratis dari Kapolri.

"Saya ini sehari-hari masih kekurangan untuk makan. Suami juga sudah tidak bekerja. Tapi ada Mukjizat dari Alloh SWT, saya bisa berangkat Umroh lewat kebaikan Pak Kapolri. Ini benar-benar di luar nalar, terbesit saja tidak," tuturnya haru.

Baca Juga :
Ucapkan Selamat HUT RI ke-81 ke Prabowo, Putin Sampaikan Ini
HUT ke-81 RI, Mensesneg Ajak Rakyat Bersatu Perkuat Jaga Persatuan
Rayakan Kemerdekaan! 24 Lagu Bertemakan Indonesia dari yang Jadul sampai Terbaru, Ada Cokelat hingga Alffy Rev

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Damai Aceh Ricuh, Yusril: Mudah-mudahan Sudah Kondusif
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Hari Kedua Pascagempa NTT, Seskab Teddy: Tambahan 25 Ton Bantuan Dikirimkan
• 18 jam laludetik.com
thumb
PDIP Kirim Kader Bantu Bencana NTT, Siapkan Kapal Laksamana Malahayati
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Identifikasi Kerusakan Infrastruktur Akibat Bencana di NTT, Sejumlah Jalan dan Bangunan Terdampak
• 4 jam lalupantau.com
thumb
KDM Kaget Temukan Sampah tak Dibersihkan Selama 32 Tahun di Bandung
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.