Berduka Bersama Korban Gempa Flores, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan RI

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, TUBAN - Pemerintah Kabupaten Tuban, Jawa Timur memilih menahan euforia di tengah suasana peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8).

Pemkab memutuskan membatalkan Pesta Kemerdekaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai bentuk simpati dan solidaritas kepada masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi bencana gempa bumi.

BACA JUGA: Gelar Seremoni Sambut Mendagri, Bupati Manggarai Timur Flores Dikritik Korban Gempa

Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana, selaku Ketua Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kabupaten Tuban mengatakan keputusan tersebut pada Minggu (16/8).

Menurutnya, pembatalan dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai masukan, terutama arahan dan petunjuk Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.

BACA JUGA: Agustusan di Manggarai, Ganjar Pranowo Rayakan HUT RI Bersama Pengungsi Korban Gempa

“Setelah mempertimbangkan berbagai hal dan masukan dari berbagai pihak, terutama arahan dan petunjuk Mas Bupati, kami memutuskan untuk membatalkan Pesta Kemerdekaan sebagai bentuk simpati dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa bumi di NTT,” ujar Budi Wiyana.

Keputusan tersebut, lanjut Budi, tidak mengurangi makna peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

BACA JUGA: Hadir Upacara HUT RI di Lenteng, Megawati Ajak Rakyat Doakan Korban Gempa NTT

Sebaliknya, momentum kemerdekaan menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada sesama yang sedang menghadapi musibah.

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat Kabupaten Tuban untuk bersama-sama mendoakan masyarakat NTT yang terdampak bencana. Selain berharap keselamatan dan kekuatan bagi warga terdampak, ia juga mendoakan proses penanganan serta pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik.

“Mari kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di NTT agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan. Semoga proses penanganan dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan lancar. Duka saudara kita adalah duka kita bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, meski Pesta Kemerdekaan dibatalkan, Upacara Pengibaran Bendera dan Upacara Penurunan Bendera tetap dilaksanakan di Alun-Alun Tuban sesuai rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pelaksanaan upacara tersebut tetap dipandang penting sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan.

Selain menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan, upacara juga menjadi momentum untuk meneguhkan semangat persatuan, kebangsaan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di sisi lain, Pemkab Tuban menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pembatalan Pesta Kemerdekaan.

Meski demikian, keputusan tersebut diharapkan dapat dipahami sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat atas pembatalan Pesta Kemerdekaan. Semoga keputusan ini dapat dipahami sebagai bentuk empati dan solidaritas kita bersama. Saat saudara-saudara kita di NTT sedang menghadapi musibah, mari kita tunjukkan bahwa kita hadir dan peduli,” pungkasnya. (flo/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Dana Otsus Rp 16,8 T pada 2027, Ada untuk Papua hingga Aceh
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
JPPI Soroti Rp 240 Triliun MBG dalam Anggaran Pendidikan 2027
• 1 jam lalukompas.id
thumb
HUT Kemerdekaan RI di Papua, dari Semarak Perayaan hingga Demonstrasi dan Gangguan Keamanan
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang Pascagempa NTT
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Promoter Diduga Bermasalah, Tur Deadsquad di Cork dan London Dibatalkan
• 26 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.