Gresik, tvOnenews.com - Untuk memperingati dan memeriahkan kemerdekaan HUT ke- 81 Republik Indonesia, Pemuda-Pemudi Karang Taruna dan Pemerintah Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, menggelar lomba unik, yaitu lomba gebuk bantal guling diatas endapan lumpur pesisir laut Karangkiring.
Dalam lomba adu ketangkasan ini terlihat ratusan anak anak, remaja hingga orang tua, sangat antusias berbondong- bondong memadati lokasi lomba di kawasan wisata mangrove pesisir Desa Karangkiring.
Bahkan saking serunya lomba gebuk bantal guling diatas endapan lumpur laut sedalam kurang lebih satu meter itu, sejumlah peserta yang ikut uji nyali lomba pukul bantal dan jatuh ke lumpur, sempat kesulitan saat berusaha keluar dari kubangan lumpur.
Kemeriahan semakin terasa saat sejumlah peserta lomba yang terkena gebukan banta lawannya, tubuhnya jatuh ke kubangan lumpur. Seorang peserta yang berusaha agar tidak jatuh ke lumpur, rela bergelantungan dibatang bambu.
Melihat kejadian itu, sejumlah warga yang menonton dari atas geladak, tertawa terpingkal pingkal saat melihat peserta anak anak yang kena kebuk batal guling bergelantungan di batang bambu agar tidak jatuh ke kubangan lumpur.
Uniknya lagi dengan tubuh penuh lumpur para peserta masih berusaha keluar dari endapan lumpur agar bisa kembali mengikuti lomba di sesi selanjutnya.
Fatan, salah seorang anak peserta lomba mengaku sangat senang mengikuti kegiatan lomba gebuk bantal guling di desa kelahirannya, meskipun tubuhnya kotor penuh endapan lumpur laut di kawasan wisata mangrove.
"Senang sekali mas. Bisa lomba gebuk bantal, seru seruan sama teman teman. Kotor gak apa-apa," ujar Fatan usai membersihkan tubuhnya dari lumpur laut.
Sementara itu Kepala Desa Karangkiring, Dedik Hartono, mengaku Pemerintah Desa sengaja menggelar lomba agustusan HUT ke- 81 RI di atas endapan lumpur pantai, lantaran arena lebih menantang dan penuh keseruan.
Selain untuk menghibur warga masyarakat, lomba gebuk bantal guling di atas endapan lumpur laut ini juga sebagai ajang menjalin keakraban antar warga setelah tiap hari mereka disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.




