JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia meminta kadernya yang menjabat sebagai menteri untuk terbuka terhadap kritikan parlemen.
Bahlil meminta kader-kadernya tidak merasa tidak didukung meski dikoreksi oleh para anggota DPR.
"Saya minta dan semua menteri yang ada di Golkar enggak boleh merasa kalau dikoreksi oleh parlemen enggak boleh merasa bahwa itu kita tidak didukung," kata Bahlil dalam peringatan HUT ke-81 RI di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Sekjen Golkar: Tak Ada Pilihan Lain Selain Menyukseskan Prabowo-Gibran
Menurut dia, kritik semestinya bisa dijadikan kesempatan untuk menyampaikan apa saja tanggung jawab yang telah dikerjakan.
Bahlil juga mengingatkan bahwa Partai Golkar merupakan partai yang inklusif.
Oleh karena itu, masukan-masukan yang konstruktif harus dimaknai sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah agar lebih baik.
Bahlil pun berpesan agar Partai Golkar memberikan contoh kepada kader partai lain di parlemen.
Baca juga: RAPBN 2027: Golkar Soroti Efisiensi Belanja hingga Bursa Komoditas
"Mana ada orang yang hebat tanpa ada koreksi. Jangan kita memposisikan diri benar dengan segala maha firman-Nya," ujar dia
Selain itu, Bahlil juga meminta kepada seluruh anggota fraksi Partai Golkar DPR RI agar mengejar kementerian-kementerian yang realisasinya lambat, termasuk ESDM.
"Enggak apa-apa, itu kita harus fair. Kalau kita mau, karena memperlambat realisasi kalau programnya sudah jalan, itu sama dengan menghambat pertumbuhan ekonomi," ucap Bahlil.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT