Airlangga: Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun Didorong, Beri Efek Pengganda bagi Ekonomi

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah terus mendorong penguatan ekonomi nasional melalui paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp26,34 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Paket stimulus tersebut mencakup berbagai kebijakan, mulai dari bantuan pangan, insentif transportasi, program magang dan vokasi, hingga insentif untuk sejumlah sektor usaha.

Airlangga sebelumnya menjelaskan bahwa pemerintah mengambil langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional menghadapi berbagai tekanan eksternal.

“Pemerintah perlu mengambil langkah proaktif untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional,” ujar Airlangga dalam pemaparan kebijakan stimulus ekonomi.

BACA JUGA: Airlangga Hartarto Sambangi Langsung JETOUR T2 di GIIAS 2026, SUV Tangguh Jadi Kendaraan Resmi KTT G20 Afrika

Dari total anggaran Rp26,34 triliun, sekitar Rp18,04 triliun dialokasikan untuk bantuan pangan. Kemudian Rp6,26 triliun untuk program magang dan vokasi, sedangkan sekitar Rp2,04 triliun dialokasikan untuk berbagai stimulus dan insentif.

Program bantuan pangan menjadi salah satu instrumen utama pemerintah untuk menjaga konsumsi masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.

Pada tahap kedua, bantuan beras diberikan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alokasi 10 kilogram beras per bulan untuk periode Juli hingga September 2026.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian apabila implementasinya berjalan efektif.

Menurut Esther, bantuan pangan dapat menopang konsumsi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga membantu mempertahankan daya beli.

BACA JUGA:Airlangga Sebut Ekonomi Tumbuh Solid 5,29 Persen, Sektor Pariwisata Jadi Penggerak Utama

“Jika itu efektif, maka multiplier effect-nya akan berdampak positif ke perekonomian,” kata Esther.

Selain bantuan pangan, pemerintah memberikan insentif transportasi untuk meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.

Sejumlah stimulus diberikan melalui potongan tarif transportasi, termasuk kereta api dan kapal Pelni. Pemerintah juga memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada periode tertentu.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Tantang JPU Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Sembilan Jam Memotret Palue, Pulau Terdekat dengan Episentrum Gempa Flores
• 15 jam lalukompas.id
thumb
BPJS Ketenagakerjaan jadikan ahli waris dapat miliki usaha mandiri
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Disebut Incar BYAN, Akankah Haji Isam Rebut Tahta Orang Terkaya RI?
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Momen Mendagri Tito Karnavian Dicegat Ibu-Ibu di Nagekeo NTT, Langsung Beri Bantuan Rp 50 Juta
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.