KOMPAS.TV - 361 siswa diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi. BGN meminta maaf dan akan mengevaluasi program MBG untuk ke depannya.
Amarah memuncak di depan Kepala BGN. Orang tua korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meluapkan emosinya saat bertemu Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono.
Luapan ini disampaikan saat Sudaryono menjenguk para pelajar yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Efarina Etaham, Berastagi, Sumatera Utara.
Sudaryono mendengarkan keluhan para orang tua dan menerima laporan terkait kondisi para pelajar. Sambil bersimpuh, ia menyampaikan permintaan maaf atas kondisi tersebut kepada keluarga korban yang ada di rumah sakit.
Orang tua siswa menuntut kejelasan mengenai kondisi anak mereka yang belum kunjung membaik. Mereka juga meminta kejelasan mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami anaknya usai menyantap MBG.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Hariqo Wibawa Satria, menyebut BGN akan terus mengevaluasi program MBG yang tengah berjalan. Saat ini, SPPG yang bersangkutan telah ditutup dan Kepala SPPG dipecat.
Kasus dugaan keracunan MBG terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sebanyak 361 siswa di sejumlah Sekolah Menengah Atas di Berastagi mengalami mual dan sakit perut usai menyantap MBG di sekolah mereka.
15 pelajar masih menjalani perawatan di rumah sakit.
#BGN #MBG #keracunan
Baca Juga: Penampakan Langsung Tenda Pengungsian Korban Gempa NTT, Minim Penerangan | BERUT
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- BGN
- MBG
- KERACUNAN





