Ada kejutan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jawa Barat (Jabar). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengucurkan bonus senilai Rp250 juta untuk anggota Paskibraka Jawa Barat sebagai bentuk apresiasi setelah mereka menuntaskan tugas dalam rangkaian upacara kemerdekaan.
Pemberian penghargaan tersebut berlangsung di Gedung Sate, Bandung. Bonus diberikan kepada para pelajar yang terpilih menjadi anggota Paskibraka Jabar karena dinilai telah menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, dan kerja keras selama menjalankan tugas.
Baca Juga: Nasihat Amien Rais ke Prabowo: Jangan Ditelan Semua Laporan dari Seluruh Anak Buah
Langkah Dedi tersebut menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Jawa Barat. Para anggota Paskibraka menyambut antusias pemberian bonus tersebut bersama para tamu undangan yang hadir.
Bagi Dedi, penghargaan tersebut bukan sekadar pemberian materi, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pelajar yang telah menjalankan tanggung jawab membawa nama Jawa Barat dalam momentum penting nasional.
Bonus itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para anggota Paskibraka untuk terus mengembangkan diri, berprestasi, serta mengharumkan nama Jawa Barat di masa mendatang.
Menariknya, bukan hanya Paskibraka yang mendapatkan perhatian khusus dari Dedi Mulyadi dalam perayaan kemerdekaan kali ini.
Ada pemandangan berbeda dalam pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI di Jawa Barat. Sejumlah warga sipil yang sehari-hari bekerja di tengah masyarakat justru mendapatkan tempat khusus di area VIP.
Petani, pengemudi ojek online, petugas kebersihan hingga pekerja bangunan ditempatkan di area khusus di bawah saung semipermanen yang disiapkan untuk pelaksanaan upacara.
Sementara itu, para pejabat dan tamu undangan dari unsur pemerintahan serta TNI-Polri berada di bagian depan area upacara.
Penempatan warga sipil tersebut menjadi simbol penghargaan terhadap kelompok masyarakat yang selama ini ikut menopang aktivitas dan pembangunan Jawa Barat.
Dedi menyebut para pekerja tersebut memiliki kontribusi penting bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Karena itu, momentum kemerdekaan dinilai tidak seharusnya hanya menjadi panggung bagi pejabat dan tokoh pemerintahan.
Ia pun menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada para tamu pemerintahan yang berada di luar area tenda VIP.
Baca Juga: Amien Rais: Hampir Dua Tahun Berkuasa, Prabowo Gagal Taklukkan Oligarki
"Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf pada saat ini kita berada di luar arena tenda VIP. Karena tenda VIP hari ini diisi oleh para petani, nelayan, ojol, Grab, termasuk kuli bangunan," ujarnya.





