Unibos dan Politeknik Bosowa Buka Jalan Karier Global, Jajaki Internship dan Peluang Kerja di Jepang

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Universitas Bosowa (Unibos) dan Politeknik Bosowa menjajaki kerja sama program internship mahasiswa, peluang kerja bagi alumni di Jepang, serta pelatihan bahasa Jepang.

Penjajakan tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas akses mahasiswa dan lulusan Bosowa terhadap pengalaman profesional dan karier di tingkat global.

Pembahasan kerja sama berlangsung di Sentosa Seafood Resto, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026), pukul 19.00–21.00 WIB.

Sejumlah pihak yang memiliki pengalaman dan jejaring profesional di Indonesia dan Jepang turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Delegasi Unibos dipimpin Wakil Rektor III, Prof. Dr. Nasrullah, S.T., M.T., bersama Kepala Departemen Reputasi dan Kemitraan Global, Muthia Mutmainnah Darmuh, S.Pd., M.Ed. Sementara Politeknik Bosowa diwakili Direktur Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T.

Pertemuan juga dihadiri Mrs. Nahoko Hirose, mantan profesional senior JICA di Indonesia; Salman Dianda Anwar dari Direksi Bosowa Energasindo; Mr. Niinomi Hikaru dari PT Aisan Nasmoco Industri; Jessy Listianti dan Esty Purwita Sari, praktisi sekaligus pengajar bahasa dengan pengalaman pendidikan dan profesional di Jepang; serta Andi Marlin dan Suryanto NG selaku mitra lokal Jepang di Indonesia.

Dalam diskusi, para pihak membahas skema yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman internship di Jepang sekaligus membuka peluang kerja bagi alumni setelah menyelesaikan pendidikan. Pembahasan mencakup kebutuhan kompetensi profesional, kemampuan berbahasa Jepang, pemahaman budaya, hingga etos kerja yang berlaku di Jepang.

Aspek pendampingan peserta juga menjadi perhatian. Persiapan tidak hanya dilakukan sebelum keberangkatan, tetapi juga mencakup dukungan selama peserta menjalani program di Jepang.

Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah kesiapan peserta dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja dan masyarakat Jepang. Hal ini dinilai penting, mengingat peserta internship maupun alumni yang bekerja di Jepang akan menghadapi lingkungan sosial dan budaya yang berbeda.

Para peserta pertemuan juga menyoroti dinamika kebijakan dan regulasi terkait program internship serta tenaga kerja Indonesia di Jepang.

Perubahan aturan, baik dari pemerintah Indonesia maupun Jepang, dinilai perlu menjadi bagian dari persiapan agar peserta dapat mengikuti program secara aman dan sesuai ketentuan.

Selain internship dan peluang kerja, pengembangan pelatihan bahasa Jepang bagi mahasiswa turut dibahas.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap budaya dan lingkungan kerja Jepang.

Pertemuan ini menjadi tahap awal untuk merumuskan bentuk kerja sama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan antara Unibos, Politeknik Bosowa, dan para mitra.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman internasional mahasiswa, meningkatkan daya saing lulusan, serta membuka lebih banyak akses terhadap peluang karier global. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Pedagang Arab dan Persia Makin Aktif Sebarkan Islam di Nusantara Abad ke-12
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
YouTube Ubah Cara Menghitung View Mulai 24 Agustus, Ini Dampaknya untuk Kreator
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KKI dan Kedaulatan Ekonomi Digital Indonesia: Tantangan Menghadapi Dominasi Visa dan Mastercard
• 5 jam lalucumicumi.com
thumb
Bali United Pinjamkan Andhika Wijaya ke Bhayangkara FC
• 21 jam lalubola.com
thumb
Tips Mencegah Bonk Saat Lari ala Coach Syahrul
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.