JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan, pelayanan kesehatan terutama tindakan pembedahan atau operasi tetap berjalan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), meski rumah sakit itu terdampak gempa pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Gempa bumi ini menyebabkan bangunan RSUD Ruteng mengalami kerusakan sehingga pelayanan pasien, termasuk pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan, dilakukan di tenda darurat di luar gedung RS.
"Kalau tidak dioperasi, nanti sembuhnya bisa cacat. Dia tidak bisa main bola lagi. Padahal dia senang main bola dan ingin menjadi pemain tim nasional," ujar Menkes Budi saat meninjau kondisi Yosef, salah satu korban gempa yang mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan, dikutip dari siaran pers, Rabu (19/8/2026).
Baca juga: Kemenkes Dirikan RS Lapangan di Ruteng dan Aeramo untuk Pemulihan Pasca-gempa NTT
Yosef merupakan anak berusia 12 tahun yang engalami patah tulang paha akibat rumah tetangganya roboh menimpanya usai gempa berkekuatan magnitudo 7,7.
Budi memastikan Yosef mendapatkan penanganan dari tim dokter spesialis ortopedi yang dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan di RSUD Ruteng.
Tim tersebut antara lain berasal dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, serta didukung tenaga medis dari sejumlah rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran.
"Kasus patah tulang dan trauma menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan pasca gempa," kata Budi.
Baca juga: Cerita Dokter di Ruteng, Drop Setelah 18 Jam Tangani Pasien Usai Gempa M 7,7
Kondisi tersebut membutuhkan dukungan dokter spesialis ortopedi agar pasien dapat segera memperoleh tindakan medis yang diperlukan.
Oleh karena itu, tenaga medis dari Sardjito, Ben Mboi, Universitas Hasanuddin, dan Rumah Sakit Dr. Soetomo secara khusus membantu RSUD Ruteng.
"Para dokter ortopedi ini sudah mau membantu menyembuhkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan," kata Menkes.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan dan tindakan operasi tetap berjalan, Kemenkes tengah membangun rumah sakit lapangan yang berlokasi di stadion Golo Dukal kabupaten Manggarai.
Baca juga: 3 Contoh Rumah Tahan Gempa di NTT Tetap Kokoh, BRIN Usul Jadi Model untuk Rehab Hunian Warga
Rumah sakit lapangan tersebut akan dilengkapi dengan ruang operasi sehingga pelayanan bedah dapat dilakukan secara aman meskipun bangunan utama rumah sakit mengalami kerusakan.
Selain RSUD Ruteng, Kemenkes juga menyiapkan pembangunan rumah sakit lapangan di RSUD Nagekeo.
Kedua rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan rujukan yang mengalami kerusakan akibat gempa sehingga tidak dapat beroperasi secara optimal.
Pemerintah menyampaikan, jumlah korban jiwa akibat gempa M 7,7 di NTT pada Sabtu lalu bertambah menjadi 70 orang hingga Senin (17/8/2026) malam.
Selain korban jiwa, tercatat juga sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 lainnya luka ringan.
Pemerintah juga menyebutkan bahwa sudah tidak ada korban yang masuk dalam daftar pencarian.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT





