Speedboat Tersesat di Laut, Deasy Larasati Kenang Perjuangan Temui Pasien Sumbing di Pelosok

cumicumi.com
3 jam lalu
Cover Berita
































Di balik ribuan operasi bibir sumbing gratis yang dilakukan Smile Train Indonesia setiap tahun, ada kisah perjuangan yang jarang terekspos ke publik. Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, membagikan pengalamannya sendiri saat harus mempertaruhkan keselamatan demi mendatangi satu pasien di pelosok Halmahera, Maluku Utara.

Perjalanan itu bermula dari niat Deasy mengantar seorang pasien sumbing bersama seorang bidan setempat menuju kampung halaman si bidan, tak jauh dari Pulau Bacan. Ia bahkan turut mengajak dokter anestesi dan dokter bedah plastik dalam rombongan tersebut, dengan tujuan sekaligus mengedukasi orang tua pasien lain berusia 10 tahun yang menolak dioperasi.

Namun perjalanan yang seharusnya memakan waktu tiga jam itu berubah menjadi mimpi buruk. Speedboat yang mereka tumpangi tersesat di tengah laut saat kondisi mulai gelap.

"Harusnya 3 jam sampai, tapi di tengah perjalanan kami itu nyasar... Kami terdampar, harusnya kami sudah kembali di Labuha itu jam 5.00 sore. Tapi sampai saat itu kita jam 10 malam hilang di antah berantah" kenang Deasy.

Baca Juga: Ribuan Anak Lahir Sumbing Tiap Tahun, Smile Train: "Masyarakat Harus Sadar Ke Mana Mencari Bantuan"

Ia menggambarkan detik-detik menegangkan saat rombongan kehilangan arah di tengah laut lepas.

"Semua masing-masing sudah berdoa, sudah berserah ke Tuhan, udah enggak tahu, udah ada yang muntah, udah stres kami hilang arah,kami hilang arah" ujarnya.

Kondisi kian genting ketika bahan bakar speedboat mulai menipis.

"Kita sudah sempat matiin mesin satu karena bahan bakar sudah mau habis," tuturnya.

Rombongan yang sudah pasrah akhirnya diselamatkan oleh kapal nelayan yang kebetulan melintas dan mengarahkan mereka ke desa terdekat.

"Sampai ada kapal nelayan berbunyi, semua kita teriak. Barulah si nelayan itu datang dan mengarahkan kami ke desa terdekat" ucapnya

Meski nyaris kehilangan nyawa, Deasy mengaku pengalaman itu tak membuatnya jera.

"Walaupun pada saat itu saya berdoa sama Tuhan paling tidak terjadi apa-apa sama saya, keluarga saya bisa temuin saya kondisi apapun," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BI Catat Aliran Modal Asing Masuk Rp 32 Triliun hingga Pekan Kedua Agustus
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nenek 62 Tahun Tewas Tertimpa Tembok Roboh di Gunung Sindur Bogor
• 6 jam laludetik.com
thumb
Jonatan Christie Akui Sempat Panik saat Hadapi Jason Teh di Kejuaraan Dunia
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Pukul 04.00, Seskab Teddy & Mensos Kirim 65 Ton Bantuan ke NTT
• 11 jam laludetik.com
thumb
BMKG Memprakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Tebal, Sejumlah Daerah Berpotensi Diguyur Hujan
• 8 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.