Kasatgas PRR Tito Turunkan Tim Pendamping, Realisasi Tambahan TKD Nias Dipacu

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi (monev) di Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut), dengan menurunkan tim pendamping dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pendampingan diarahkan untuk menyelesaikan hambatan administrasi agar tambahan transfer ke daerah (TKD) segera digunakan untuk pemulihan akses, permukiman, dan infrastruktur dasar masyarakat.

Ketua Satgas (Kasatgas) PRR Pascabencana Sumatera serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, tim Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Dirjen Keuda) dan Dirjen Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) akan diterjunkan langsung ke Nias.

“Saya akan turunkan tim Dirjen Keuda dan Dirjen Bangda untuk membantu agar anggaran tambahan jangan stagnan,” kata Tito dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

Berdasarkan hasil monev yang dipimpin Kepala Tim Monev Sumut Fadjar Tjahjono pada Selasa (18/8/2026), kerugian akibat bencana di Kabupaten Nias diperkirakan mencapai Rp 93,61 miliar, sedangkan kebutuhan pemulihan dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) tercatat sekitar Rp 101,16 miliar.

Dukungan yang tersedia terdiri atas bantuan Presiden Rp 4 miliar, tambahan TKD Rp 50 miliar, serta bantuan stimulan Kementerian Sosial (Kemensos) Rp 163,5 juta. Namun, pemanfaatan tambahan TKD belum memasuki tahap pelaksanaan fisik.

Pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baru disahkan pada pertengahan Juli, sedangkan Peraturan Kepala Daerah yang menjadi dasar penggunaan anggaran belum diterbitkan.

Dokumen administrasi kebencanaan dan pertanggungjawaban hibah rehabilitasi-rekonstruksi sebelumnya juga perlu segera diselesaikan agar akses terhadap dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat kembali dibuka.

Baca juga: Gempa M 6,1 di Nias Selatan Terasa sampai Padang, Warga Keluar Rumah

Percepatan administrasi menjadi mendesak karena kerusakan jalan dan longsor telah mengganggu konektivitas di Kecamatan Idanogawo, Sogaeadu, Hiliduho, dan Botomuzoi.

Di Desa Saitagaramba, ruas Sogaeadu–Somolo-Molo nyaris terputus setelah bahu jalan amblas ke jurang dan hanya menyisakan permukaan berkerikil yang rawan kecelakaan.

Kerusakan jalan nasional juga membatasi pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) hingga lima ton, jauh di bawah kebutuhan pasokan yang dilaporkan mencapai 36 ton.

Kondisi tersebut berisiko menghambat distribusi energi dan memicu gangguan layanan listrik di wilayah Nias Selatan apabila penanganan jalur tidak segera dilakukan.

Baca juga: Bobby Nasution Bangun Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara, Anggaran Rp 2 Miliar

Sebanyak 17 desa juga dilaporkan belum dapat diakses kendaraan roda empat. Dari kebutuhan sekitar 50 jembatan, sebanyak 13 unit telah dibangun Kodim.

Pada sektor permukiman, terdapat 12 rumah terdampak, terdiri atas lima rusak berat, lima rusak sedang, dan dua rusak ringan. Permukiman di sepanjang Jalan Nikhu Gara, Desa Saiwahili Hiliadulo, turut menghadapi ancaman pergerakan tanah aktif.

Bupati Nias berkomitmen mempercepat penyelesaian dokumen yang dibutuhkan, menempatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pengendali koordinasi, serta memastikan organisasi perangkat daerah teknis aktif menindaklanjuti program sesuai kewenangannya.

Pemerintah daerah (pemda) juga akan berkoordinasi langsung dengan BNPB untuk menyelesaikan persyaratan administrasi dan memulihkan jalur pendanaan kebencanaan.

Baca juga: BNPB Minta Pemda Nagekeo Percepat Data Kerusakan Rumah, Harus Rampung Sebelum Sebulan

Satgas PRR mendorong BNPB menurunkan tim asistensi langsung. Koordinasi juga akan diperkuat dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumut untuk penanganan darurat jalan nasional serta dengan TNI guna menambah dukungan jembatan darurat bagi desa yang masih terisolasi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penipuan Business Email Compromise Terbongkar, 2 Tersangka Ditangkap
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
【Serial Sejarah】Jiang Zemin yang Sebenarnya (Bagian 1) 
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Identitas Pendaki Remaja asal Brebes Jatuh ke Kawah Gunung Slamet saat Selfie
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Warga Terdampak Gempa NTT Buntuh Pasokan Air Bersih, Pertamina Kirim 35.000 Liter Bantuan ke Maumere
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Menyusuri Ruang Multifungsi MRT Bundaran HI di Perut Bumi Jakarta
• 20 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.