REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Lisan adalah salah satu pintu paling mudah yang digunakan setan untuk menyusup ke dalam hati bahkan, lisan merupakan pintu yang paling sering didatangi setan setiap hari.
Sebab, lisan adalah anggota tubuh yang paling banyak bekerja, paling mudah digunakan, dan paling sedikit membutuhkan tenaga ketika digunakan.
Baca Juga
Lebanon Berbeda, Pelajaran yang Selalu Gagal Dipahami Israel Selama 100 Tahun
Krisis Apache dan Dilema Ketergantungan dengan AS, Ketika Persenjataan Israel Mulai Tergerus
Ayat Kursi Jika Dibedah Ternyata Terdiri dari 10 Kalimat Penuh Makna, Berikut Penjelasannya
Karena itu, siapa pun yang lalai menjaga lisannya, berarti ia telah membuka jalan bagi setan untuk masuk ke dalam hatinya, menguasai dirinya, lalu menyeretnya hingga berada di tepi jurang kehancuran.
Rasulullah SAW bersabda:
.rec-desc {padding: 7px !important;}
المسلم من سلم المسلمون يده ولسانه
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan tangan dan lisannya.” (HR Muslim)
Maksudnya, itulah gambaran seorang Muslim yang sempurna dan Muslim yang benar.
Suatu ketika, Mu’adz bin Jabal RA merasa heran ketika mengetahui bahwa seseorang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang diucapkannya. Ia bertanya kepada Rasulullah SAW, Wahai Rasulullah, apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kami ucapkan?”
Rasulullah SAW kemudian bersabda:
ثكلتك أمك يا معاذ! وهل يكب الناس في النار على وجوههم، أو قال على مناخرهم إلا حصائد ألسنتهم
“Celaka engkau, wahai Mu’adz! Bukankah yang paling banyak menyebabkan manusia tersungkur di dalam neraka dengan wajah mereka—atau beliau bersabda, dengan hidung mereka—adalah akibat dari apa yang dipanen oleh lisan mereka?”
Hadis ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa salah satu penyebab terbesar manusia masuk neraka adalah lisan.