JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat agar waspada terhadap informasi bohong atau hoaks yang beredar seputar penanganan gempa bumi M 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami menerima adanya berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait kondisi pascabencana NTT. BNPB mengimbau masyarakat agar selalu tidak langsung mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumbernya," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).
Berton menuturkan, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan baru serta mengganggu konsentrasi penanganan pengungsi, bahkan menghambat distribusi bantuan.
Baca juga: TNI AD Kirim Kapal ke NTT, Angkut Ambulans, Truk, hingga BBM
Ia berharap, masyarakat yang terdampak tetap tenang dan ikuti arahan pemerintah daerah dan petugas di lapangan.
"Kami memahami bahwa masyarakat masih berada dalam kondisi berduka traumatik dan khawatir. Pemerintah hadir dan terus bekerja untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi," tutur Berton.
Di samping itu, Berton melaporkan bahwa sudah ada 398 ton bantuan yang disalurkan pemerintah sejak hari pertama terjadinya gempa, Sabtu (15/8/2026) lalu.
Baca juga: BNPB Ungkap Kesulitan Penyaluran Bantuan Logistik Pasca-gempa NTT
BNPB mendirikan tiga titik untuk mendistribusikan logistik, yakni di Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Labuan Bajo, dan di Bandara Maumere.
"Bagi masyarakat yang berkenan untuk secara ikhlas membantu penyintas korban gempa bumi NTT dipersilakan untuk menyampaikan kepada di tiga titik tersebut," kata Berton.
Sementara itu, BNPB mencatat total ada 71 orang korban jiwa akibat gempa NTT.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT