Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) memperkuat kerja sama riset dan inovasi di sektor konstruksi. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Kantor Pusat BRIN, Jakarta.
Kerja sama tersebut mempertemukan kapasitas riset dan inovasi BRIN dengan pengalaman, kompetensi, serta kebutuhan industri yang dimiliki WIKA Group. Kolaborasi diarahkan untuk menghasilkan teknologi konstruksi yang inovatif, aplikatif, efisien, berdaya saing, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, BRIN dan WIKA akan mengeksplorasi pengembangan teknologi alternatif yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di industri konstruksi.
Direktur Utama WIKA I Ketut Pasek Senjaya mengatakan kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah penting bagi WIKA Group untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya WIKA Group untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi dengan mempertemukan kemampuan BRIN di bidang penelitian dengan pengalaman serta kebutuhan industri yang dimiliki WIKA Group," kata Pasek dalam keterangan tertulis, Rabu, 19 Agustus 2026.
"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada riset, tetapi dapat menghasilkan teknologi yang aplikatif dan dapat dihilirisasi, termasuk alternatif teknologi yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung penerapan ESG dan pembangunan berkelanjutan," tambah dia.
Melalui nota kesepahaman tersebut, BRIN dan WIKA akan membangun kolaborasi yang mencakup proses penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, hingga invensi dan inovasi di bidang teknologi konstruksi. Pelaksanaan kerja sama juga melibatkan sinergi di lingkungan WIKA Group sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan masing-masing entitas.
Baca Juga :
Terguncang Hebat, Rumah Tahan Gempa Ciptaan BRIN di Manggarai Barat Terbukti Tetap Kokoh(BRIN dan WIKA perkuat riset teknologi industri konstruksi. Foto: dok WIKA)
Lima fokus pengembangan teknologi konstruksi
Adapun ruang lingkup kerja sama BRIN dan WIKA meliputi sejumlah pengembangan teknologi konstruksi, yakni:
- Teknologi rumah beton pracetak.
- Teknologi beton dan sistem konstruksi perkeretaapian.
- Teknologi beton untuk konstruksi tanggul laut.
- Teknologi konstruksi Small Modular Reactor (SMR) nuklir.
- Teknologi beton yang lebih ramah lingkungan.
Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk mencari alternatif material, metode, dan teknologi konstruksi yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya serta memiliki dampak lingkungan lebih rendah. Upaya tersebut sekaligus mendukung penguatan penerapan aspek ESG dalam kegiatan usaha WIKA Group.
Adapun, ruang lingkup kerja sama menjadi landasan bagi BRIN dan WIKA untuk mengembangkan teknologi konstruksi yang dapat menjawab kebutuhan pembangunan saat ini sekaligus menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
Melalui sinergi kedua pihak, hasil riset diharapkan dapat dikembangkan menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi industri konstruksi dan mendukung pembangunan nasional berkelanjutan.
Selain pengembangan teknologi, kerja sama mencakup pemanfaatan sarana dan prasarana, pendayagunaan personel dan tenaga ahli, pertukaran data dan informasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.




