Jamkrindo Cetak UMKM Hijau yang Bankable, Perkuat Akses Pembiayaan dan Daya Saing

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo memperkuat fondasi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hijau melalui program Kelas Bisnis Green Campreneur 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih bankable, berdaya saing, serta memiliki akses pembiayaan yang lebih luas guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Sebanyak 30 UMKM Hijau dan eco-startup terpilih mengikuti program tersebut dari sekitar 300 pendaftar. Green Campreneur 2026 menjadi bagian dari strategi Jamkrindo dalam menciptakan nilai bersama (Creating Shared Value/CSV) melalui penguatan ekosistem UMKM berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo, Akhmad Albaasithu, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan omzet. Pelaku usaha juga perlu memiliki tata kelola bisnis yang baik, adaptif, dan berkelanjutan agar mampu berkembang dan memperoleh akses pembiayaan.

"Kami ingin membangun pipeline UMKM yang semakin siap untuk berkembang. Bankability menjadi penting karena usaha yang sehat dan memiliki pencatatan yang baik akan lebih siap terhubung dengan lembaga pembiayaan," ujar Akhmad.

Program Green Campreneur 2026 diselenggarakan pada 14–16 Agustus 2026 di Katilu Nature Lodge, Tasikmalaya, Jawa Barat, melalui kegiatan 3-Day High-Drill Bootcamp.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai penerapan Environmental, Social, and Governance(ESG), ekonomi sirkular, manajemen keuangan, pemasaran digital, business pitching, hingga pengukuran dampak sosial dan lingkungan.

Untuk memperkuat kesiapan akses pembiayaan, peserta juga mendapatkan pelatihan bankability dan pengelolaan keuangan, termasuk standardisasi pencatatan usaha menggunakan aplikasi UMKMLAYAK milik Jamkrindo dan SIAPIK Bank Indonesia.

Selain itu, kemampuan pemasaran digital diperkuat melalui program Green Content & Story-Selling Sprint, sedangkan kemampuan menawarkan model bisnis diasah melalui The 4-Slide Tactical Pitch Masterclass.

Pada puncak kegiatan, peserta mempresentasikan model bisnis, aspek keuangan, strategi pemasaran, serta dampak sosial dan lingkungan dalam Grand Demo Day. Tahap tersebut sekaligus menjadi bagian dari penilaian penerima Golden Ticket Modal TJSL Jamkrindo dengan total bantuan modal kerja sebesar Rp35 juta sesuai mekanisme program.

Menurut Akhmad, keberhasilan Green Campreneur tidak hanya diukur dari pelaksanaan pelatihan, tetapi juga dari perubahan yang terjadi setelah peserta kembali menjalankan usahanya.

"Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelaksanaan bootcamp. Kami ingin melihat perubahan setelah program. Peserta diharapkan menjadi lebih profesional, bankable, dan mampu mengembangkan usahanya," katanya.

Usai mengikuti bootcamp, seluruh peserta akan memperoleh pendampingan daring selama tiga bulan untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh. Pendampingan tersebut mencakup penguatan aspek keuangan, pengembangan model bisnis, pemasaran, produksi, pengukuran dampak, hingga kesiapan memperoleh pembiayaan.

Program Green Campreneur merupakan salah satu program unggulan Jamkrindo yang telah berjalan sejak 2023. Tahun ini, pelaksanaannya juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga: Jamkrindo Raup Laba Rp743 Miliar, Volume Penjaminan Tembus Rp157 Triliun

Baca Juga: Jamkrindo Jamin Pembiayaan Perumahan Rp50,34 Triliun, Topang Program 3 Juta Rumah

Melalui Green Campreneur 2026, Jamkrindo menargetkan terbentuknya pipeline UMKM Hijau yang lebih bankable dan memiliki daya saing lebih tinggi, sekaligus memperluas jejaring usaha, akses pembiayaan, dan layanan penjaminan bagi pelaku UMKM.

"Kemerdekaan juga berarti kemampuan untuk berdiri mandiri dan terus berkembang. Kami berharap peserta Green Campreneur menjadi bagian dari pelaku usaha yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing. Ketika UMKM semakin kuat, fondasi ekonomi nasional juga semakin kuat," ujar Akhmad.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Siapkan Insentif Pajak untuk Pengembangan Geotermal
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Saham Properti Mendadak Melesat di Tengah Sentimen PFII hingga Suku Bunga, Intip Targetnya
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Wakapolda Riau Hadiri Pembukaan Festival Pacu Jalur Kuansing 2026, Plt Gubernur Pesan Jaga Sungai
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bawa Teknologi AI dan Baterai 65 kWh, Akankah OMODA O4 Dijual Rp 400 jutaan?
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Konvoi Pesilat di Pasuruan Dibubarkan Warga, Geber Motor dan Nyalakan Flare
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.