BI Waspadai El Nino hingga Oktober, Harga Beras, Cabai dan Bawang Jadi Perhatian

kompas.tv
20 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi El Nino penyebab kekeringan. Petani menunjukkan kondisi sawah yang mengalami kekeringan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Bank Indonesia (BI) mewaspadai risiko El Nino yang diperkirakan semakin kuat hingga Oktober 2026, terutama di wilayah timur Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga sejumlah komoditas pangan.

Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, risiko El Nino perlu diantisipasi karena dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.

“Khusus untuk El Nino ini kita akan fokus kepada komoditas beras nanti, cabai, dan bawang merah,” kata Destry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan Agustus 2026, 8 Provinsi Masuk Kategori Awas

Selain gangguan cuaca, BI juga mewaspadai tekanan biaya produksi yang dapat memengaruhi harga pangan.

Strategi pengendalian inflasi akan diarahkan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas pangan. BI bersama pemerintah memperkuat berbagai program, mulai dari digital farming, pertanian presisi, penguatan pascapanen, hingga hilirisasi pangan.

Selain itu, pengendalian inflasi dilakukan melalui kerja sama antardaerah berbasis surplus dan defisit komoditas, subsidi ongkos angkut, serta gerakan pasar murah.

“Strategi pengendalian inflasi akan tetap fokus pada ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” ujar Destry.

Baca Juga: Cara Cek Desil 1 sampai 10 secara Online Pakai NIK KTP Tanpa Aplikasi

Kewaspadaan terhadap El Nimo dilakukan di tengah perkembangan inflasi pangan yang mulai melandai.

BI mencatat inflasi kelompok volatile food pada Juli 2026 sebesar 2,52 persen secara tahunan (year on year). Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 5,58 persen.

Secara keseluruhan, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 tercatat 2,88 persen secara tahunan, turun dari 3,34 persen pada Juni 2026.

Baca Juga: Jangan Asal Hapus! Ini Cara Memindahkan eSIM ke HP Baru dengan Aman

BI menilai kondisi tersebut perlu tetap dijaga agar inflasi berada dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027.

Untuk itu, pengendalian inflasi pangan akan terus diperkuat melalui sinergi BI dengan pemerintah pusat dan daerah, termasuk melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • el nino
  • kekeringan
  • kemarau
  • harga cabai
  • harga bawang
  • inflasi
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Peran 16 Tersangka Sindikat Meterai Palsu, dari Produsen hingga Kurir
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Sebut Sembilan Remaja Papua Diculik Separatis Papua, Begini Respons Jubir OPM
• 33 menit lalurepublika.co.id
thumb
Kejagung Respons Permohonan Praperadilan Febrie Minta Kembalikan Barang Sitaan: Tunggu Putusan Hakim
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Apakah Seluruh Motor Penggerak Ekonomi Macet? Pernyataan Langka, Perdana Menteri Li Qiang Akui Kurangnya Permintaan Domestik Tiongkok 
• 4 jam laluerabaru.net
thumb
BCA siap mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel
• 20 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.