CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Gerakan Ansar Allah di Yaman, yang dikenal sebagai Houthi, mengklaim telah menyerang delapan kapal tanker minyak Arab Saudi sejak 20 Juli 2026.
Kelompok tersebut juga menyatakan telah menghadang 48 kapal tanker lainnya di sejumlah jalur pelayaran regional.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saria, mengatakan serangan terhadap delapan kapal tanker itu berlangsung di Laut Merah, Teluk Aden, dan Laut Arab.
Lima kapal disebut menjadi sasaran di Laut Merah, sementara tiga lainnya diserang di Teluk Aden dan Laut Arab.
"Sejak pengumuman larangan pelayaran maritim bagi lawan kami, Arab Saudi, pada 20 Juli hingga hari ini, angkatan bersenjata Yaman telah melancarkan serangan terhadap delapan kapal tanker minyak Arab Saudi," kata Saria melalui Telegram, Rabu (19/8).
Selain serangan, Houthi mengklaim telah memaksa 48 kapal tanker Arab Saudi mengubah arah dan tidak melanjutkan pelayaran.
Sebanyak 34 kapal disebut dihentikan di Laut Arab dan Samudra Hindia, sedangkan 14 lainnya berada di kawasan Laut Merah.
Saria mengatakan tindakan tersebut merupakan bagian dari strategi Houthi yang menerapkan prinsip "blokade dibalas dengan blokade".
Kelompok itu sebelumnya mengumumkan pembatasan terhadap pelayaran kapal yang dianggap terkait dengan Arab Saudi.
Houthi juga mengklaim telah menghancurkan dua kapal pendarat serta lebih dari 10 perahu militer. Namun, klaim tersebut belum mendapatkan konfirmasi independen.
Pernyataan Houthi muncul di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran sekitar Yaman yang menjadi salah satu rute penting perdagangan dan transportasi energi dunia.
Serangan maupun ancaman terhadap kapal di kawasan tersebut berpotensi mengganggu arus pelayaran dan mendorong kapal-kapal komersial mengambil rute alternatif.
Sumber: ANTARA/Sputnik/RIA Novosti




