Kisah Siswa SMP di Bandung Barat Patungan Perbaiki Sekolah

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah siswa SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dengan suka rela patungan memperbaiki kondisi ruang kelas mereka.

Kerusakan terlihat di sejumlah bagian ruang kelas, mulai dari tembok, papan tulis, kaca jendela, plafon, hingga lampu penerangan.

Salah seorang siswi kelas VIII berinisial R mengatakan, perbaikan tembok di ruang kelasnya dilakukan secara mandiri oleh para siswa. Mereka membeli semen dan pasir menggunakan uang kas kelas.

“Waktu Minggu kemarin dibenerin. Semen sama pasirnya dibeli dari uang kas. Habis sekitar Rp100 ribu lebih, terus yang mengerjakan dan mengecat juga kita,” kata R, Kamis (20/8).

Menurut R, kerusakan tersebut bukan baru terjadi. Sejumlah fasilitas bahkan disebut sudah dalam kondisi rusak sejak dirinya pertama kali masuk sekolah.

“Sudah lama rusak, waktu awal masuk ke sini juga sudah banyak yang ngelupas. Terus papan tulis juga jebol dari awal masuk,” ujarnya.

Tak hanya kondisi tembok dan papan tulis, persoalan penerangan juga dikeluhkan siswa. Beberapa lampu ruang kelas tidak berfungsi sehingga suasana belajar pada pagi hari menjadi kurang terang.

“Lampu juga tidak ada, tiap pagi gelap,” kata R.

Keluhan serupa disampaikan siswa lainnya, M. Ia berharap kondisi fasilitas sekolah segera mendapat perhatian sehingga siswa tidak lagi harus melakukan perbaikan secara mandiri.

“Sudah bilang beberapa kali minta dibenerin, tapi belum dibenerin juga. Kalau diperbaiki mah jadi bagus biar belajarnya nyaman. Kalau gini mah nggak konsentrasi,” tutur M.

Penjelasan Disdik

Kepala Seksi Kelembagaan, Sarana, dan Prasarana SMP Dinas Pendidikan KBB, Acon Supriatna, membenarkan kondisi kerusakan fasilitas di SMPN 2 Ngamprah.

Menurut Acon, pihaknya telah mengusulkan rehabilitasi terhadap 29 ruang kelas di sekolah tersebut. Usulan itu diajukan sejak 2025 untuk memperoleh bantuan perbaikan pada 2026.

“Soal bangunan SMP 2 ini memang kondisinya seperti ini. Ada 29 ruang kelas yang diusulkan untuk dilakukan perbaikan,” kata Acon.

Acon mengatakan, usulan tersebut bahkan telah ditindaklanjuti dengan survei langsung oleh tim kementerian bersama pihak sekolah.

“Ini tahun 2025 sudah diusulkan untuk mendapatkan bantuan di 2026. Bahkan sudah disurvei juga oleh tim kementerian bersama kepala sekolah,” ujarnya.

Namun, Acon menyebut realisasi perbaikan masih menunggu program dari pemerintah pusat. Ia berharap rehabilitasi terhadap ruang-ruang kelas tersebut dapat dilakukan pada 2027.

“Ada sekitar 29 ruang yang diusulkan, mudah-mudahan tahun 2027 ada perbaikan dari pusat,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bisa Jadi Sinyal Peringatan, Inilah Arti Mimpi Orang Jahat, Simak Penjelasannya!
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Penampakan DPO Basri Saat Digiring ke Bareskrim: Tangan Diborgol
• 40 menit lalukumparan.com
thumb
Usut Dugaan Suap Proyek, KPK Dalami Keterangan Eks Pjs Wali Kota Bengkulu Arif Gunadi
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Prabowo Puji Paskibraka Upacara HUT Ke-81 RI: Kalian Jalankan Tugas Kehormatan
• 17 jam laludetik.com
thumb
Presiden Undang Petugas Upacara HUT 81 RI ke Hambalang
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.