GIIAS Surabaya 2026 Membesar, Pasar Otomotif Jatim Terus Dibidik

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Penjualan kendaraan bermotor di Jawa Timur diharapkan terus tumbuh di tengah situasi ekonomi menantang. Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya kembali digelar, bahkan lebih besar, demi mendorong keinginan itu.

GIIAS Surabaya 2026 merupakan edisi ke-11 sejak digelar di 2015. Pameran otomotif ini kembali dihadirkan di Grand City Convention & Exhibition, 27-31 Agustus.

Pada tahun ini, penyelenggara menambah luas perhelatan menjadi 15.000 meter persegi, dari sebelumnya hanya 13.000 meter persegi. Dengan penambahan luas area itu, peserta pameran otomotif yang terlibat menjadi lebih banyak.

GIIAS Surabaya 2026 menghadirkan 27 merek mobil, 10 merek sepeda motor, dan 25 merek industri pendukung. Jumlah itu bertambah 14 merek secara keseluruhan dibandingkan tahun lalu.

”GIIAS Surabaya (hadir) untuk menjaga dan mendorong momentum pertumbuhan industri otomotif di Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Sekretaris I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Eddy Sumedi dalam jumpa pers kesiapan pameran otomotif di Surabaya, Rabu (19/8/2026).

Sebelum dilangsungkan di Surabaya, GIIAS dengan cakupan lebih besar telah sukses dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, 30 Juli-9 Agustus 2026. Eddy mengklaim, GIIAS di ICE telah menjadi salah satu pameran otomotif ketiga terbesar dunia.

Baca JugaGIIAS Surabaya 2025 Mencoba Merayu Konsumen di Tengah Kondisi Menantang
Baca JugaNawa Warsa GIIAS Menyapa Surabaya

Eddy mengatakan, perhelatan itu memperlihatkan konsumsi kendaraan bermotor masih cukup baik tetapi diharapkan kian mendekati masa kejayaan. Warsa lalu, kata dia, penjualan domestik mobil menyentuh 800.000 unit. Kali ini, diharapkan angkanya naik menjadi 850.000 unit.

”Masih jauh dibandingkan masa kejayaan 2014, dengan penjualan domestik 1,4 juta unit. Padahal, kapasitas terpasang industri otomotif nasional saat itu 2,6 juta unit,” kata Eddy.

Ekspor mobil tahun lalu juga tercatat 500.000 unit. Jika digabungkan antara penjualan domestik dan ekspor yang 1,3 juta unit, ternyata masih di bawah penjualan domestik 2014, apalagi dibandingkan kapasitas terpasang industri otomotif nasional.

Gaikindo memandang, Jatim terutama Surabaya sebagai pasar amat besar bahkan tetap tumbuh di tengah situasi ekonomi menantang. Situasi geopolitik dunia berdampak terhadap distribusi energi bahkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing khususnya dollar AS. Namun, dua tahun terakhir, penjualan kendaraan bermotor di Jatim justru naik yakni dari 8,8 persen pada 2024 menjadi 9,1 persen pada 2025.

”Berdasarkan data ERI (electronic registration and identification) Polri, Jatim merupakan provinsi dengan jumlah kendaraan bermotor terbanyak di Indonesia, 27,2 juta. Mobil penumpang juga terbanyak dengan lebih dari 5,6 juta unit,” kata Eddy. Data ini sesuai dengan laman resmi rc.korlantas.polri.go.id yang diakses pada Kamis (20/8/2026).

Selain itu, pendapatan asli daerah (PAD) Jatim terbesar disumbangkan sektor otomotif. Pada 2025, PAD Jatim tercatat Rp 18,44 triliun. Sebesar 60-70 persen atau setara Rp 11,06 triliun-Rp 12,91 triliun di antaranya berasal dari sektor otomotif yakni bea balik nama, pajak kendaraan bermotor, dan pajak BBM.

Dari gambaran itu, menurut Project Director GIIAS The Series Abiyoso Witono, pameran otomotif perlu terus diadakan untuk menjaga dan mendorong pertumbuhan industri sampai konsumsi. ”Kami mendorong penguatan ajang ini sebagai wadah pertemuan dan transaksi,” katanya.

Abiyoso memaparkan, pemegang merek mobil penumpang yang akan berpameran ialah BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCar, Jeep, Jetour, KIA, Leap Motor, Lepas, Mazda, Mitsubishi, Omoda Jaecoo, Polytron, Suzuki, Toyota, VinFast, Wuling, dan XPeng. Adapun merek mobil komersial yang akan tampil adalah Foton.

Untuk sepeda motor, yang akan hadir adalah Kupprum, kelompok Piaggio seperti Vespa, Aprilia, Moto Guzzi, Polytron, QJ Motor, Royal Enfield, Scomadi, dan Triumph.

Tidak ketinggalan, produk industri pendukung dari ban, velg, hingga aksesori, yang berpameran ialah 7omai, Alpine Style, Black Rhino, BOP, Delium Radial, GForce, GPS.id, Dekka, Lakoni, Lenso, Lingdu, Mobile Tech, Niche, Quad, Road Buck, Rotiform, Sakura, Steel Mate, Swallow, Tein, Trapo, UPPF, VCI, WD-40, dan Work Wheels.

Abiyoso melanjutkan, setelah dari Surabaya, GIIAS akan hadir di Bandung (9-13 September 2026), Semarang (30 September-4 Oktober 2026), Makassar (28 Oktober-1 November 2026), dan Bali (27-31 Januari 2027).

”GIIAS The Series ini untuk menjaga dan mendorong pertumbuhan konsumsi otomotif secara nasional,” ujarnya.

Dilihat dari merek-merek yang akan pameran, terlihat dominasi mobil dari China khususnya lini mobil listrik. Menurut Abiyoso, ini selaras dengan tren atensi konsumen atau masyarakat terhadap kendaraan bermotor listrik.

Namun, ”pemain lama” dari merek-merek asal Jepang tetap hadir karena telah mendapat tempat di hati masyarakat atau konsumen. Mobil-mobil dari pemegang merek asal Jepang hadir dengan pilihan mesin konvensional, hibrida, dan listrik.

Baca JugaGIIAS 2026 Pamerkan Produk dan Inovasi Teknologi Kendaraan Terbaru
Baca JugaGIIAS Siap Sambut Pencinta Otomotif

Riadi Prasodjo selaku Executive Vice President Corporate Communication & Environmental, Social, Governance Astra Credit Company (ACC), mengatakan, perusahaannya dalam kelompok Astra Finance kembali menjadi sponsor platinum untuk GIIAS dan GIIAS Surabaya.

”Sudah tahun ke-8 kami menjadi sponsor platinum,” katanya.

Riadi melanjutkan, dari pelbagai unit usaha di Astra Finance, untuk pembiayaan kredit di GIIAS dan GIIAS The Series tahun ini akan lebih mengedepankan ACC dan TAF (Toyota Astra Finance). Sebabnya, di kedua unit itulah fokus pada pembiayaan otomotif mobil atau kendaraan roda empat dan lebih.

Catatan Kompas, industri otomotif di Jatim berupa perakitan, karoseri, suku cadang, dan reparasi ternyata cukup penting sumbangannya terhadap PDRB (produk domestik regional bruto). Dalam struktur, sumbangan itu berada di sektor perdagangan dengan porsi 18,77 persen dan sebagian di dalam sektor lainnya 39,27 persen.

Jatim mengklaim, pertumbuhan perdagangan dan reparasi pada 2023 mencapai Rp 84 triliun. Tahun berikutnya menjadi Rp 149,67 triliun dan 148,58 triliun di tahun 2025.

Dari sisi perdagangan internasional, ekspor produk otomotif meningkat dengan pasar utama ialah Jepang, AS, dan Timor Leste. Nilainya, 447,17 juta dollar AS pada 2023, menjadi 442,25 juta dollar AS pada 2024, dan naik menjadi 510,22 juta dollar AS pada 2025.

Impor produk otomotif 2023 nilainya 319,11 juta dollar AS. Tahun berikutnya turun menjadi 272,18 juta dollar AS. Pada 2025, nilai impor naik ke 340,68 juta dollar AS. Namun, jika dihitung secara neraca atau perbandingan nilai ekspor dan impor, Jatim masih mengalami surplus. Misalnya, tahun lalu, surplus 69,54 juta dollar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
45% Bansos RI Diduga Tak Tepat Sasaran, Pemerintah Bakal Lakukan Ini
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dua Bayi Lahir di Tenda RS Darurat Daerah Aeramo Nagekoe NTT
• 29 menit lalumetrotvnews.com
thumb
JogFW 2026 Catat Perputaran Ekonomi Sentuh Rp2 Miliar dalam Empat Hari
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
BI Catat Aliran Modal Asing USD1,8 Miliar Masuk Indonesia
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pembiayaan EV BCA Finance Naik Tajam, Kini Kuasai hingga 20% Portofolio
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.