Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan gempa susulan masih terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Faisal mengatakan per 19 Agustus 2026 sore, total gempa susulan di NTT sebanyak 3.055 kali.
“Dengan gempa susulan terbesar adalah 6,2 magnitudo dan yang terkecil 1,1 magnitudo. Yang dirasakan oleh manusia itu 88 gempa,” kata Faisal dikutip Kamis (20/8/2026).
“Kemudian terkait dengan peluruannya, kita memantau bahwa karena ini gempanya cukup besar 7,7 magnitudo, jadi peluruannya memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu ke depan,” lanjutnya.
Faisal menjelaskan BMKG memiliki beberapa kantor di NTT untuk memantau aktivitas gempa. Dia memastikan BMKG terus memantau pergerakan terkini agar tetap memberikan rasa aman bagi warga.
“Jadi kami sendiri memantau secara real-time terus-menerus terkait gempa yang terjadi di daerah-daerah sekitarnya,” kata dia.
Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban tewas akibat gempa bumi di NTT mencapai 71 orang.
“Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71, yaitu di Kabupaten Nagekeo,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, Rabu (19/8/2026). (saa/ree)




