Kemensos Dirikan Tenda & Dapur Umum Serta Salurkan Sembako untuk Gempa Manggarai

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah terus menyalurkan bantuan ke korban gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan dukungan layanan di sejumlah titik pengungsian.

“Kita terus bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Dukungan bantuan terus dilakukan kepada mereka yang membutuhkan, terutama warga yang masih berada di pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

Sejak 17 hingga 19 Agustus 2026, Kemensos telah memproduksi dan mendistribusikan 15.438 porsi makanan bagi warga terdampak melalui layanan dapur umum. Dapur umum di Posko Barang Kolong melayani 3.048 porsi per hari untuk dua kali makan, sedangkan di Posko Golo Conggo sebanyak 2.098 porsi per hari.

Selain layanan permakanan, Kemensos telah menyalurkan 1.000 paket sembako, lima ton beras reguler, serta santunan ahli waris kepada dua keluarga korban meninggal dunia.

Dukungan tempat perlindungan juga diberikan dengan menyalurkan sekaligus memasang tenda gulung kepada warga terdampak melalui penyisiran di sepanjang jalur Ruteng-Reok.

Kemensos juga memberikan dukungan dengan memasang 34 unit tenda di sejumlah lokasi, meliputi RSUD Ruteng, Posko Barang Kolong, Posko Golo Conggo, Bulog Ruteng, Puskesmas Nanu, Puskesmas Todo, Puskesmas Langke Majok, Puskesmas Wae Mbeling, Puskesmas Lao, Panti Nirmala, dan Dinas Sosial PMD.

Sebagai langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan penanganan. Satu titik dapur umum tambahan akan dibuka di Desa Ranaka, Kecamatan Wai Ri’i, untuk melayani sekitar 705 pengungsi.

Selain itu, Kemensos juga akan terus melakukan pendataan di daerah yang belum terjangkau bantuan.

“Kami juga akan terus melakukan asesmen dan penjangkauan lanjutan di wilayah terdampak yang belum tersentuh bantuan,” kata Gus Ipul.

Berdasarkan laporan hingga Rabu (19/8), gempa bumi berdampak terhadap 14.945 keluarga atau 56.057 jiwa. Sebanyak 26 orang meninggal dunia, 32 orang mengalami luka berat, dan 104 orang luka ringan.

Kerusakan juga tercatat pada 13.036 rumah, terdiri atas 5.265 rumah rusak berat, 3.774 rumah rusak sedang, dan 3.997 rumah rusak ringan.

Sejumlah warga masih berada di titik pengungsian, antara lain Barang Kolong sebanyak 1.524 jiwa, Golo Conggo dan Golo Sita 1.049 jiwa, SD Inpres Robo Kecamatan Wai Ri’i 1.053 jiwa, serta Gereja Paroki Thomas Morus Desa Robek 1.672 jiwa. Sebagian warga lainnya mengungsi secara mandiri di sekitar rumah masing-masing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andi Syahrum Minta Pendampingan Kejaksaan, Pengadaan 30 Ribu Meter PDAM Makassar Jadi Perhatian
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Sarwendah Minta Syarat Cek Kesehatan Jika Ruben Onsu Mau Ketemu Anak, Minola Sebayang Pertanyakan Meski Mediasi Gagal
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Kemenhut Segel Area Kebakaran Hutan di Sumsel, Peringatkan Pemegang Konsesi
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Tim Hukum Polri: Keterangan Ahli yang Dihadirkan Kubu Febrie Untungkan Pihak Termohon
• 3 menit laluokezone.com
thumb
Go-Sari Kelola Sampah Penghasil Cuan dan Lapangan Pekerjaan
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.