Grid.ID - Pasangan suami istri tewas di tol Batang saat antar jenazah anak. Kecelakaan diduga gegara sopir ambulans kurang konsentrasi.
Pasangan suami istri (pasutri) meninggal dunia dalam kecelakaan ambulans di jalan tol KM 379+900 jalur Jakarta, Rabu (19/8/2026) pukul 00.45 WIB. Pasutri tersebut hendak mengantar jenazah anaknya ke Semarang, Jawa Tengah.
Berikut kronologi pasutri tewas di tol Batang saat antar jenazah anak. Kecelakaan diduga gegara sopir ambulans kurang konsentrasi.
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono melalui Kasat Lantas Polresta Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah membenarkan kecelakaan yang menewaskan tiga orang di Tol Batang-Semarang.
"Korban meninggal dunia sebanyak tiga orang," kata Eka dalam keterangan resmi," dikutip dari Kompas.com.
Ambulans yang membawa Mulyana dan Giyati diketahui bernomor polisi D-1142-AFZ. Dalam insiden tersebut, tiga kendaraan lain juga terlibat, yakni truk Hino bak besi dengan nomor polisi BE-8501-PV, Toyota Innova G-1480-BK, serta Toyota Avanza B-2058-UQR.
Kecelakaan berlangsung saat keempat kendaraan melaju di jalan tol yang memiliki kondisi jalan lurus dengan permukaan beton yang masih baik. Pada saat kejadian, cuaca dilaporkan cerah dan volume kendaraan di ruas tol berada dalam kondisi sedang.
Peristiwa terjadi ketika ambulans mencapai KM 379+900. Sopir ambulans diduga kehilangan konsentrasi sehingga kendaraan yang dikemudikannya menabrak bagian belakang sisi kanan truk Hino yang berada di depannya.
Akibat benturan tersebut, ambulans terdorong ke arah kanan dan kemudian menabrak sisi kiri Toyota Innova yang tengah melaju di lajur kanan dengan arah perjalanan yang sama.
"Benturan tersebut membuat ambulans terdorong ke arah kanan hingga kembali menabrak bagian samping kiri Toyota Innova yang melaju di lajur kanan dengan arah yang sama," jelas Eka.
Benturan tersebut juga menyebabkan ban cadangan yang berada pada truk Hino terlepas. Ban itu kemudian terlempar ke arah belakang dan mengenai bagian depan Toyota Avanza yang melaju di belakang ambulans.
Eka menyebut kecelakaan beruntun yang terjadi di Tol Batang-Semarang tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian materi sekitar Rp20 juta. Ia juga memastikan tidak ada korban lain yang mengalami luka berat maupun luka ringan dalam kejadian tersebut.
Petugas kepolisian bersama tim pengelola jalan tol segera menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi terhadap korban dan kendaraan yang terlibat. Selain itu, petugas turut mengatur lalu lintas agar arus kendaraan tetap berjalan dan tidak terjadi kemacetan panjang.
Hingga Rabu pagi, Satlantas Polresta Batang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Polisi juga meminta keterangan dari sejumlah pihak serta melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang terlibat guna mengungkap kronologi kecelakaan secara menyeluruh.
Tiga orang yang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan tersebut diketahui merupakan penumpang ambulans Suzuki APV. Mereka adalah Mulyana (50), Tekat Susanto (48), dan Giyati (50).
Mulyana mengalami luka pada bagian kepala dengan tingkat sedang serta patah tulang di tangan kiri. Sementara Tekat menderita cedera kepala sedang dan patah tulang tertutup pada tangan kiri. Adapun Giyati mengalami cedera kepala berat.
Ketiga korban sempat dievakuasi ke RSI Weleri, Kabupaten Kendal, untuk memperoleh pertolongan medis. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa mereka.
Ketiganya dinyatakan meninggal dunia, baik dalam perjalanan menuju rumah sakit maupun setelah menjalani perawatan.
“Untuk korban meninggal dunia ada tiga orang. Ketiganya merupakan penumpang mobil Suzuki APV Ambulance dan dibawa ke RSI Weleri Kendal,” jelasnya, dikutip dari TribunLampung.co.id.
Tidak ada laporan mengenai korban lain yang mengalami luka berat ataupun luka ringan dalam insiden tersebut. Sementara itu, kerugian akibat kerusakan dan dampak kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Eka menjelaskan, lokasi kecelakaan berada di ruas jalan yang lurus dengan permukaan beton dalam kondisi baik. Ketika kejadian berlangsung, cuaca dilaporkan cerah dan kepadatan lalu lintas berada pada tingkat sedang. Kecelakaan tersebut terjadi pada waktu dini hari.
Petugas Satlantas Polresta Batang telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak serta mengamankan barang bukti yang diperlukan untuk membantu mengungkap penyebab kecelakaan.
Berdasarkan dugaan awal, insiden tersebut kemungkinan terjadi akibat konsentrasi pengemudi ambulans yang menurun saat berkendara.
Meski demikian, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mendapatkan gambaran lengkap mengenai kronologi sekaligus memastikan faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan tol untuk selalu menjaga fokus saat berkendara, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi perjalanan, serta memastikan tubuh berada dalam kondisi fit, terutama ketika berkendara pada malam hingga dini hari. (*)
Artikel Asli




