Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengungkap layanan ambulans udara sudah digunakan di Papua. Ke depan, layanan tersebut akan diterapkan di sejumlah wilayah terpencil yang membutuhkan penanganan kesehatan darurat dan jauh dari rumah sakit.
Budi merespons saat kumparan bertanya terkait rencana ambulans udara yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 lalu.
“Jadi khususnya transportasi udara atau ambulans udara ini dibutuhkan kalau terjadi masalah-masalah emergency seperti itu. Sudah juga dijalankan di Papua. Sudah sering dipakai ambulans udara ini. Sekarang nanti akan diterapkan. Memang tidak semua lokasi, tapi lokasi-lokasi yang remote, yang membutuhkan emergency layanan kesehatan dan jauh dari rumah sakit, perlu dirawat,” kata Budi dalam agenda pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TB) di SMA A. Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8).
Budi mengatakan, layanan ambulans udara dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polri, dan TNI. Menurutnya, terdapat enam helikopter yang digunakan untuk mendukung layanan tersebut.
Budi juga mencontohkan kebutuhan layanan kesehatan darurat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia mengatakan baru kembali dari NTT dan menemukan banyak kasus patah tulang yang membutuhkan penanganan cepat.
“Untuk transportasi udara, ambulans udara saya baru kembali dari NTT kemarin malam. Ada desa namanya Dampek. Itu banyak yang patah tulang dan perjalanan itu harus dirawat cepat. Kalau nggak, bisa infeksi, bisa segala macam penyakit keluar dari sana. Padahal di rumah sakitnya bisa lima jam, enam jam,” kata Budi.
Dalam kunjungannya ke NTT, Budi juga menuturkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membangun dua rumah sakit mobile atau rumah sakit lapangan untuk mendukung penanganan pasien di daerah terpencil.
“Kemarin saya datang khusus untuk membangun dua rumah sakit mobile, rumah sakit lapangan, yang bisa melakukan operasi di lapangan bola secara steril sama seperti di rumah sakit,” terang Budi.





