Korea Utara kembali menembakkan satu proyektil yang diduga rudal balistik. Peluncuran tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya bertemu Kim Jong Un.
Kantor Perdana Menteri Jepang memperkirakan proyektil yang diluncurkan Korut merupakan rudal balistik. Peluncuran tersebut juga dikonfirmasi militer Korea Selatan.
Kepala Staf Gabungan Seoul sebelumnya menyebut Korut telah meluncurkan sedikitnya satu "proyektil tak dikenal". Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Trump mengungkapkan keinginannya bertemu Kim.
Trump mengatakan dirinya ingin kembali bertemu Kim Jong Un. Menurut Trump, pertemuan tersebut bertujuan menghidupkan kembali hubungan yang terjalin selama masa jabatan pertamanya.
Trump juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan pemimpin Korea Utara. Dia bahkan menyebut Pyongyang kini memiliki 57 senjata nuklir yang "sangat kuat".
Keinginan Trump tersebut mendapat respons dari Kim Yo Jong. Adik Kim Jong Un itu mengaku tidak mengetahui adanya komunikasi yang disebut terjadi antara kakaknya dengan Trump.
Meski demikian, Kim Yo Jong menyebut kakaknya masih memiliki "kenangan dan kesan positif" terhadap Trump. Dia juga mengatakan hubungan kedua pemimpin tersebut masih "sangat baik".
Fokus Trump terhadap Korea Utara muncul bersamaan dengan keputusan mengurangi skala latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran di antara sejumlah sekutu Amerika Serikat di kawasan Asia.
Militer Korea Selatan kemudian memangkas durasi latihan gabungan dengan AS. Latihan tersebut dijadwalkan selesai pada akhir pekan ini setelah sebelumnya direncanakan berlangsung hingga 27 Agustus.
Baca Juga: Trump Kembali Ingin Temui Kim Jong Un, Pertemuan Ditargetkan November di China
Perubahan jadwal tersebut dilakukan atas "usulan pihak AS". Langkah Trump juga memunculkan spekulasi bahwa Washington sedang mencari alternatif kebijakan luar negeri di tengah kebuntuan konflik dengan Iran.
Di tengah situasi tersebut, Korea Selatan memperkirakan Korea Utara memiliki persediaan senjata nuklir dalam jumlah besar. Menteri Pertahanan Korea Selatan menyebut jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir.





