JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah di Indonesia terdampak bencana hidrometeorologi, mulai dari kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga angin kencang. Untuk bencana kekeringan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi salah satu wilayah dengan dampak terbesar.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, kekeringan di Klaten berdampak terhadap ribuan warga di sejumlah desa.
"Bencana ini berdampak pada 12.946 jiwa dari 3.848 kepala keluarga (KK). Upaya penanganan darurat yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Klaten dengan mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak," kata Berton, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan laporan BNPB, wilayah yang terdampak kekeringan berada di Desa Burikan, Kecamatan Cawas. Selain itu, kekeringan juga terjadi di Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo, Kecamatan Kemalang.
Baca Juga:Beredar Isu Menteri PU Dody Hanggodo Kena Reshuffle Agustus Mendatang, Istana Buka SuaraUntuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kabupaten Klaten melakukan penanganan darurat dengan menyalurkan bantuan air bersih. Distribusi air dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan akses air akibat dampak kekeringan.
Selain kekeringan, BNPB juga melaporkan kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kebakaran terjadi pada Rabu (19/8/2026) dan menghanguskan lahan seluas 10,65 hektare. Petugas melakukan penanganan untuk mengendalikan kebakaran dan mencegah api meluas ke wilayah lain.
Selain kekeringan dan karhutla, BNPB juga mencatat bencana angin kencang yang melanda Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 04.30 WITA.
Bencana angin kencang itu berdampak terhadap sekitar delapan kepala keluarga. Sebanyak enam unit rumah warga mengalami rusak berat, dua unit rumah rusak ringan, serta satu fasilitas kesehatan ikut terdampak.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat kondisi cuaca ekstrem.
#jateng




