Pantau - Kementerian Luar Negeri RI memastikan pencarian seorang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang hilang setelah serangan terhadap kapal MV Tihamah di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, masih terus dilakukan.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan operasi pencarian dilakukan otoritas terkait di Yaman dan perkembangannya terus dipantau pemerintah Indonesia.
"Untuk ABK WNI yang masih hilang, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh otoritas terkait di Yaman, dan kami terus memantau upaya pencarian tersebut," kata Heni kepada pers di Jakarta, Kamis.
KBRI Muscat Koordinasikan Pencarian dengan YamanKedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memantau perkembangan operasi pencarian ABK MV Tihamah tersebut.
Koordinasi terutama dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri Yaman yang telah memberikan jaminan kepada Indonesia bahwa pencarian terhadap ABK WNI yang hilang akan terus dilakukan.
Hingga saat ini, otoritas Yaman belum memberikan kepastian mengenai batas waktu operasi pencarian tersebut.
"Mereka belum menyampaikan kapan pencarian itu akan dihentikan," tambah Heni.
MV Tihamah diketahui mengalami serangan ketika sedang bersandar di pelabuhan Bab Al-Mandeb.
Serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman.
Saat serangan terjadi, MV Tihamah membawa 11 ABK yang terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga warga negara Indonesia.
Menurut Al-Jumhuriya TV yang terafiliasi dengan pemerintah, serangan tersebut juga menyebabkan dua warga negara Pakistan meninggal dunia, sebagaimana dikutip Anadolu.
Dua ABK WNI Selamat Dipindahkan ke AdenSelain mencari satu ABK WNI yang masih hilang, pemerintah Indonesia menangani dua ABK WNI lainnya yang berhasil selamat dari serangan terhadap MV Tihamah.
Kedua ABK tersebut sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit 2 Desember di kota pesisir Mukha, Yaman.
Pada 18 Agustus, keduanya dipindahkan ke Rumah Sakit Pangeran Mohammed bin Salman di Kota Aden dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan keselamatan.
"Pemindahan dilakukan dengan pertimbangan risiko keamanan dan keselamatan para ABK WNI yang selamat," ucap Heni.
Dari dua ABK WNI yang selamat, satu orang mengalami luka ringan akibat terkena serpihan dan tidak memerlukan perawatan medis lebih lanjut.
Sementara itu, satu ABK WNI lainnya mengalami luka yang membutuhkan penanganan dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
KBRI Muscat juga telah mengerahkan tim ke Aden untuk memberikan pendampingan langsung kepada kedua ABK WNI tersebut.
Pemerintah Siapkan Pemulangan Dua ABK WNIPemerintah Indonesia mulai mempersiapkan pemulangan dua ABK WNI yang selamat ke Indonesia dalam waktu dekat.
KBRI Muscat menyatakan siap memberikan fasilitasi yang diperlukan dalam proses pemulangan tersebut.
"Kami akan terus memonitor sambil melakukan persiapan untuk memulangkan dua ABK WNI yang selamat," kata Heni.
Pemerintah Indonesia saat ini berfokus memantau pencarian satu ABK WNI yang masih hilang sekaligus mendampingi dan mempersiapkan pemulangan dua ABK yang selamat.
Selat Bab Al-Mandeb merupakan jalur perairan strategis di sisi barat Semenanjung Arab yang menjadi salah satu gerbang menuju Laut Merah.




