Liputan6.com, Jakarta - Penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dibatalkan selama dua hari akibat kabut asap.
Kondisi tersebut membuat jarak pandang di sekitar bandara tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan.
Advertisement
Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh Muhammad Amrillah K mengatakan penerbangan kembali dibatalkan pada Kamis (20/8/2026) karena kabut asap masih tebal.
“Hari ini, hari kedua penerbangan yang membatalkan terbang ke Muara Teweh akibat kabut asap kembali tebal,” kata Amrillah di Muara Teweh.
Menurut Amrillah, maskapai yang membatalkan penerbangan pada Rabu (19/8) dan Kamis ialah Wings Air dengan rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan-Muara Teweh.
Dia menjelaskan Bandara Haji Muhammad Sidik merupakan bandar udara visual yang membutuhkan jarak pandang sekitar 5.000 meter.
Sementara itu, jarak pandang pada Kamis pagi hingga siang hanya sekitar 1.000 meter akibat kabut asap.
“Karena tidak aman untuk penerbangan, rute tersebut hari ini dibatalkan,” ujarnya.




