Cuaca Kering Masih Berlanjut, Musim Hujan Diprediksi Datang pada Oktober 2026

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BMKG mengungkapkan, cuaca kering akibat musim kemarau masih akan terus terjadi di mayoritas wilayah Indonesia.

Cuaca Kering Masih Berlanjut, Musim Hujan Diprediksi Datang pada Oktober 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, cuaca kering akibat musim kemarau masih akan terus terjadi di mayoritas wilayah Indonesia. Sementara, musim hujan baru akan datang pada pertengahan Oktober 2026.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, potensi pertumbuhan awan pada 10 hari ke depan diperkirakan masih minim terjadi di sebagian besar Indonesia.

Baca Juga:
BMKG: 73,8 Persen Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau hingga Awal Agustus

"Terutama Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Maluku dan sebagian Papua," kata Faisal dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026). 

Dengan adanya kondisi tersebut, BMKG memprakirakan jika cuaca kering akan masih terus terjadi. Sementara, musim hujan akan turun pada bulan Oktober mendatang.

Baca Juga:
BMKG Sebut El Nino Berpotensi Bikin Musim Kemarau Lebih Kering dan Panjang

"Sehingga ini relatif kering dan masih berpotensi berlanjut di wilayah-wilayah tersebut. Kalau dari prediksi BMKG, diperkirakan pada pertengahan Oktober musim hujan baru mulai datang," ujarnya.

Baca Juga:
Pemprov DKI Tunggu Waktu untuk Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca saat Musim Kemarau 

Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah menyampaikan prediksi El Nino sejak Maret 2026 sehingga kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyediakan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG juga terus memperkuat pendekatan From Early Warning to Early Action, yakni memastikan setiap informasi iklim menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor. 

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui prediksi ENSO, prediksi musim, prakiraan hujan, analisis dampak sektoral, sistem peringatan dini kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, layanan informasi iklim berbasis sektor, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Citi Indonesia Optimistis Arah Kebijakan BI di Bawah Kepemimpinan Destry Damayanti
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Gibran Turun ke 3 Daerah Terdampak Gempa NTT, Bawa Mahasiswa Psikologi UI
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gubernur Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca Besok: Upaya Jemput Hujan di Langit Jakarta
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi III DPR Tunda RDPU Bahas Persoalan Konflik Agraria
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Oknum Polisi yang Coba Lecehkan Gadis 32 Tahun, Kapolres Bulukumba: Kita akan Tindak Tegas
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.