Ahli IPB Ungkap Fakta Bensin Dicampur Minyak Kayu Putih Biar Irit

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sejumlah kendaraan roda empat mengisi bensin subsidi di Kawasan SPBU, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu, (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Klaim bensin yang dicampurkan minyak kayu putih dapat lebih irit bermunculan di media sosial belakangan ini. Namun, ternyata ahli dari IPB University meminta untuk tidak mudah percaya oleh klaim tersebut.

Dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Leopold Oscard Nelwan mengatakan belum ada bukti ilmiah mengenai klaim yang bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan hingga kini.

Sebelumnya memang sudah ada sejumlah penelitian yang mengkaji eucaplyptus oil atau minyak eukaliptus sebagai campuran bahan bakar. Minyak tersebut dalam proporsi tertentu dilaporkan bisa meningkatkan sejumlah parameter performa mesin dan menurunkan emisi.


"Hal ini berbeda dengan praktik yang banyak beredar di masyarakat, yakni menambahkan minyak kayu putih komersial dalam jumlah kecil ke dalam tangki kendaraan. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang memadai bahwa cara tersebut secara konsisten dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan produksi standar," kata Leopold dikutip dari laman resmi IPB University, Kamis (20/8/2026).

Pilihan Redaksi
  • Kunang-Kunang Hilang Satu per Satu, Ahli IPB Ungkap Tanda Petaka
  • Buah Asli RI Disebut Superfood, Solusi Krisis Dunia

Minyak kayu putih sendiri adalah campuran dari berbagai senyawa organik volatil. Komponen utamanya adalah 1,8-cineole (eucaplyptol).

Dia menjelaskan senyawa tersebut akan memiliki dampak pada bahan bakar. Namun dengan catatan perubahan akan sangat bergantung pada komposisi dan jumlah yang digunakan.

"Ketika dicampurkan ke dalam bensin, senyawa-senyawa tersebut memang dapat memengaruhi sifat bahan bakar, seperti volatilitas, angka oktan, maupun karakteristik pembakaran. Namun, besarnya perubahan sangat bergantung pada komposisi dan jumlah yang digunakan," dia menjelaskan.

Leopold juga mengungkapkan perbedaan antara fuel blend dan aditif bahan bakar. Fuel blend digunakan dalam proprosi bebeberapa persen hingga puluhan persen membuatnya bisa mengubah sifat bahan bakar.

Namun aditif menambahkan dengan konsentrasi sangat kecil. Selain itu memiliki mekanisme kerja yang spesifik agar bisa berdampak efektif.

Leopold juga mengingatkan adanya potensi risiko dari pencampuran keduanya. Misalnya pada kestabilan campuran, pembentukan deposit, kompatibilitas dengan sistem bahan bakar, hingga ketahanan injektor dan komponen mesin dalam jangka panjang.

Ini disebabkan komposisi minyak kayu putih bisa berbeda dari satu produsen dengan produsen lainnya. Selain itu produk belum dirancang sebagai bahan bakar.


(dem/dem)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kesiapan "Digital Talent" Jadi PR RI Akselerasi Investasi AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Bareskrim Polri dan FBI Bongkar Modus Kejahatan Peretasan Email Perusahaan
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Singapura Perketat WhatsApp: Tak Bisa Sembarangan Masukkan Orang ke Grup
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemprov Sumut dan OJK edukasi siswa untuk menabung sejak dini
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Iran Sambut Tawaran Rusia untuk Memfasilitasi Dialog dengan Negara-Negara Teluk
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Potret Hujan Mengamuk di Pemukiman: Jalan Jadi Sungai-Picu Longsor
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.